Beranda » Agama » Anda Tahu Masalah Ruh? Sini!

Anda Tahu Masalah Ruh? Sini!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Sesungguhnya teramat banyak petunjuk di dalam Al Qur’an yang menasehatkan kepada kita untuk mengetahui makna hidup, kehidupan maupun pencarian terhadapNya, namun semuanya berpulang pada diri kita pribadi. Jadi benar apa yang dikatakan Sayidina Ali bahwa, Penyakit dan obatmu ada dalam dirimu sendiri. Bahkan ada satu hadits yang sampai sekarang menjadi bahan untuk perdebatan, apakah hadits ini termasuk shahih ataukan daif? (kalau saya sih cenderung mengamini keshahihan hadits ini, hehehehe).  Hadits itu berbunyi, ” Man arafa nadsahu faqad arafa rabbahu.” yang berarti barangsiapa mengenal dirinya maka akan juga m engenal TuhanNya. Dimana hal ini dapat ditafsiri bahwa jika ingin mengenal Tuhan, maka kenalilah dirimu sendiri, diri yang sejati, diri yang merupakan cerminan dari keindahan dan keagunganNya.

Berangkat dari tekad untuk mengenal diri sendiri, maka saya akan pusingkan pribadi untuk sedikit belajar  mengenai  apa dan bagaimana Ruh itu  (maklum bagi saya ruh merupakan awalan yang berguna. Apakah ruh itu? Bergegas saya mencari sumbernya dari Al Qur’an, dan di situ tertarik dengan Surat Shaad ayat ke 72 yang berbunyi, ” Wa nafakhtu fiihi min ruuhi” dan kutiupkan (kepada Adam) ruh-Ku. Khalaqtu bi yadayya (dengan kedua belah tanganKu). Lalu hati mulai berpikir, jadi ruh Adam termasuk jenis ruh yang ditiupkan Tuhan dengan nafas Illahi? Hmm..samakah Ruh ini dengan ruh hewan, tumbuhan, malaikat, jin dan lain-lain? Lalu segera diri berangkat menuju perpustakaan daerah, setelah bolak balik akhirnya menemukan satu buku  jawa yang mengkaji masalah ini, yup…Serat Wirid Hidayat Jati, -menurut sebagian sesepuh, buku ini cenderung berbahaya-tapi bagi saya tidak apa-apa, hehehe, lha wong  sudah terlanjur mendengar petuah Bung Karno yang mengajarkan Vivere veri coloso, hahaha…dan benar saja helai demi helai lembarannya tak lumat habis, namun target utama belum terjawab jelas, malah ngelmu lain muncul, weit…aku harus fokus serupa nasi bungkus, Mo! Ya, di dalamnya ada keterangan tentang Ruh, yang dijabarkan sebagai berikut, ” Martabat keempat dinamakan Ruh idhlofi yang artinya adalah nyawa yang jernih, berasal dari Nur Muhammad, itulah hakikat sukma yang diakui sebagai keadaan Dzat. Hmm…nyawa yang jernih berarti Ruh idhlafi?berarti kalau ada nyawa yang kena sortir termasuk nyawa yang kotor? hehehe, ini bisa jadi lahan pekerjaan para ahli nih, untuk membuka bengkel tentang nyawa yang kotor, hehehehe…

Hati belum puas! Serat Wirid tersebut masih bersifat mendua, satunya mengajak larut, satunya lagi penjelasan yang mubang-mubeng! Akhirnya menemukan buku tafsiran Ana’l Haqqnya Syeikh Husein Al Hallaj namun tidak tahu siapa penulisnya, maklum sampul dari bukunya morat marit tak karuan. Berikut sepenggal, ” Ruh (jiwa) dari manusia lain dengan ruh malaikat, oleh sebab itu Jibril yang menemani Nabi Muhammad ketika mikraj hanya mengantarnya hanya sampai di pinggiran sidratul muntaha, karena (rujukan dari bukunya  Syeikh Sa’di) bila aku terbang lebih tinggi, maka KeagunganNya akan membakar sayapku, hehehe..ini mengindikasikan bahwa ruh manusia sejati lebih tinggi bahkan dari ruhnya malaikat!

Hmm…tak terasa capek deh menceritakan perjalanan ini, rehat dulu ya Bro.., ntar tak sambung lagi, hehehehe

 

About these ads

3 Komentar

  1. Titi mengatakan:

    Mas Budiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    piye kabar eeeeeeeeee

    eh aku arep komentar yo, ojo ” nesu ” hahahaha
    ruh iku adalah NUR = nurani. Jiwa adalah entity yang berbeda. Jiwa = badan halus. Jadi isinya manusia adalah Tubuh, jiwa , ruh. Nah ruh ini ada di dalam jantung. Jadi ketika Sinar / cahaya / nur tidak mampu mengeluarkan cahaya nya itu karena hati terhijab oleh hal hal buruk. sedangkan ketika hati buruk maka pikiran ikut buruk, ketika pikiran ikut buruk maka tubuh BERTINDAK dan lalu lantas kemudian mengotori jiwa.
    Ruh itu berasal dari pecahan pecahan nur Nya. Nur nya yang paling awal mluncur ke Muhammad. Dari situ di pecah lagi menjadi nur nur yang lain.
    Pengetahuan malakut.com
    pengalaman pribadi.com
    yang tidak setuju jangan maju ( jangan ngajak brantem ).com
    Damai di bumi damai di surga
    Salam jiwa

  2. Titi mengatakan:

    hahaha ndak kok. cuma sekali aja
    iseng.com
    aku kan nulis mergo iseng mas Budi, bukan karena ” seniman ” atau hobby hihihi
    Yo wes salam jiwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.