Jaturampe

Beranda » 2011 » Februari

Monthly Archives: Februari 2011

Rapal Awet Muda (Asli dari Jepara)

Jika anda ingin awet muda, segeralah patuhi petuah dari Rhoma Irama, yakni dengan memasang gigi palsu, hehehe…jikalau tidak mau dengan jalan ini saya ada alternatif, walau sesungguhnya ini bersifat sstttt…rahasia. Tapi tidak apa apalah, lha wong di jaman sekarang, apa sih yang tidak dibagi? setuju gak?

Oke..

berikut ini adalah mantra yang harus dibaca saat akan mandi (yang pastinya harus membaca bismillah dahulu..

  1. Awet Muda ” Sak serut perkutut, gagak siwalan, aku kena mati tan kena tua, toya manjing nang badan, badan manjing ing toya.
  2. Sembaga ” Ingsun adus purwa sengkala, laruta laruten sarining cahya, njingna ing badan sarira

sesudah itu, mandilah dengan tiga gayung dahulu, usap dan ratakan kemudian baru mandi.

semoga bermanfaat..

Mencari Tuhan antara Bintang dan Mentari

QS. Al An’am [6] : 76 “ Dan ketika malam tiba padanya, ia melihat bintang dan berkata, inilah Tuhanku, tetapi ketika bintang menghilang, ia berkata, aku tidak menyukai Tuhan yang lenyap. Dan ketika ia melihat kemunculan matahari, ia berkata, Inilah Tuhanku, tetapi ketika ia melihatnya terbenam, ia berkata, sungguh, jika Tuhan tidak mengarahkanku, aku akan menjadi bagian kaum yang tersesat”.

Ah..Seorang Nabi Ibrahim as saja memerlukan waktu untuk mengenal dan mencari Tuhannya, apalagi kita? Kegiatan mencari Tuhan tidaklah lekang oleh waktu, meski zaman terus berganti, ruang terus berpindah, namun tetap saja pencarian itu dilakukan oleh berbagai macam manusia nir suku, agama pun bangsa sekalipun. Rindu  menggelegak, hinggap di ubun ubun, minta segera dilunasi. Bagaimana dengan anda?

Mungkin bentuk tuhan zaman sekarang berganti dibanding sewaktu zaman Sang Khalil,  dahulu tuhan tuhan (kaum era Nabi Ibrahim as) berbentuk gemintang, mungkin sekarang bintangnya berganti dengan  akal/budi. Mungkin, sewaktu dahulu dizaman kaum Nabi Ibrahim tamsilannya matahari, sedang diwaktu sekarang berbentuk ilmu, tetapi hakikinya semua sama, baik akal budi maupun ilmu adalah sesuatu yang bukan Tuhan. Ada suatu ungkapan yang mengatakan Al Ilmu hijabul Akbar (dan .. ilmu adalah hijab/tutup yang maha besar), . Ini akan menjadi sedikit kontradiktif dengan hadits Nabi Muhammad, yang mengatakan ” carilah ilmu meski sampai ke negeri Cina” atau ” Carilah ilmu dari kecil sampai masuk ke liang lahat.” Saya tidak tertarik untuk meriwayatkan keabsahan dari hadits-hadits tersebut, karena banyak ulama ulama yang lebih shahih dalam pencariannya, saya hanya berusaha mengkombinasikan ketiganya bahwa, untuk tataran pencarian dunia/materi dan ilmu akhirat, berusahalah cari  berbagai kebijakan, baik dari kitab suci maupun  berita kebenaran dari leluhur/ nenek moyang.  pun  itu tidak akan pernah habis, sebab ada saja cabang cabang dari masing-masing ilmu) dan jangan terjebak, sebab, untuk menelusurinya membutuhkan energi dan ruang waktu. Bukankah Ilmu Tuhan diibaratkan tintanya seluruh lautan, penanya sebanyak ranting namun tetap saja tak terjajagi? intisarinya justru ada ditingkat kepasrahan seperti yang ditunjukkan Sang Khalil, seperti yang dilakukan Sang Musthofa (Thoha) bukankah beliau menyepi ke Gua Hira’? masak Kanjeng Nabi  sekedar meniatkan refreshing?tentu tidakkan?..hehehe, pastinya tujuannya ya sama, yakni mencari petunjuk Tuhan. Ya, manis sekali ungkapan dari Nabi Ibrahim.. Sungguh, jika Tuhan tidak mengarahkanku, aku akan menjadi bagian kaum yang tersesat. Inilah paswordnya, untuk login ke dimensi lanjutan. Segera raihlah tingkat pasrah, bergeraklah dengan seluruh rasa

lalu, lepaskan budi, lepaskan Ilmu, bergegas pasrah kepada Tuhan..

Biar lewat petunjukNya, kita diarahkan sesuai dengan kehendakNya..

salam Darussalam

Dialog Sang Sufi Gila!

Fulan          : ” Guru, dimanakah ada orang bisa terbang. “?

Abd Sa’id  : “Jangan heran, lalatpun bisa terbang.”

Fulan          : ” Guru, dimanakah ada orang yang berjalan di atas air?

Abd Sa’id   : ” Bukankah ikan bisa melakukan hak itu?

Fulan           : ” Guru, dimanakah ada orang yang bisa di dua tempat sekaligus.”?

Abd Sa’id    : ” Setanpun bisa melakukannya, to.”?

Fulan           : ” Kalau begitu bagaimana cara mendekat kepada Tuhan “.

Ab sa’id       : Banyak jalan untuk mendekati Tuhan, sebanyak bilangan napas  para pencariNya. Tetapi jalan yang paling tepat adalah membahagiakan orang lain di sekitarmu. Engkau berkhidmatlah pada mereka !”.

 

Dari dialog di atas, apakah sang Sufi yakni Ibn Abi Al Khoir bisa dianggap gila? bisa iya bisa tidak! lho kok bisa? jawaban iya menjadi benar karena dari dialog singkat tersebut terbukti bahwa sang sufi sering mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cara membahagiakan orang lain, (terutama orang di sekitarnya). Lalu bagaimana dengan pengabdian sholatnya? hemm…biasanya para kaum ini menyembunyikan berbagai macam amalannya, tak jarang mereka mereka sholat dan zakatnya secara sembunyi, dan kegiatan malamnya banyak diisi dengan merenung, sholat malam, pula gila, ya…tergila-gila pada Dzatullah.

Lalu bagaimana dengan jawaban mengenai ketidak gilaannya? ya..tidak gilanya, sebab Beliau melakukan aturan aturan sesuai dengan tuntunan agama, baik secara syar’i maupun sistem kemasyarakatannya, namun untuk masyarakat modern jaman sekarang yang tata nilainya kadang terlalu samar mereka bisa dikatakan aneh atau bisa juga Gila…

Monolog Gelandangan Pinggir Jalan (via Jaturampe)

Berkendara angin aku mengarung sendiri pucuk bukit tandus pula kiloan getir ombak dan sepi masih mengubur jejak langkah kaki yang tapaknya makin mengecil Apakah sebuah utopia dimana adil bersanding dengan sejahtera tetap saja miskin bergelayut atau hanyut capung hanya keringat begulir airmata sering! Toh.. pementasan tetap berjalan meski  sebuah tragedi maha satir layar digelar lampu padam mendadak lantang  berteriak sesosok bayang tubuh " Inilah … Read More

via Jaturampe

Monolog Gelandangan Pinggir Jalan

Berkendara angin aku mengarung sendiri

pucuk bukit tandus pula kiloan getir ombak

dan sepi masih mengubur jejak

langkah kaki yang tapaknya makin mengecil

Apakah sebuah utopia

dimana adil bersanding dengan sejahtera

tetap saja miskin

bergelayut atau hanyut

capung hanya keringat begulir

airmata sering!

Toh..

pementasan tetap berjalan

meski  sebuah tragedi maha satir

layar digelar

lampu padam

mendadak lantang  berteriak

sesosok bayang tubuh

” Inilah wajah, dan ini gelisah “

Janji Politisi

Sebenarnya

tiga patah katamu

cukup mampu membuatku

merenung

hingga kekuatan suara mampu mencipta segala apa

yang jadi butuhmu

tapi

kau terlalu pongah

isikan air pada satu gelas

dengan bilangan seribu hingga selaksa

maka terbentanglah jarak

bahwa..

engkau penguasa sedang aku

rakyat semesta

Situs Ini Sedang di Blokir!

Dalam sekejap

dahaga jiwa ditampar

buatku tumpah di riuh cacing cacing

panjang pikir terkilir

bola mata kapal tenggelam

dan hati

adalah jalanan hewan hewan bertanduk

awal yang sepele

hamparan malam berasa hambar

sedang balon balon nafsu minta diisi

lalu bersekutu dengan jari

bergerak tuliskan itu alamat

Tiba tiba

Situs http://www.gombel.com Dibokir!

Situs yang hendak anda buka kemungkinan termasuk dalam situs yang tidak boleh diakses
melalui jaringan ini karena terindikasi mengandung salah satu unsur berikut :

Pornografi

Judi

Phising/Malware

Ah…ha

dan malam semakin larut