Jaturampe

Beranda »

Valentine Haram?Maulid Halal?Indonesia Jalan Terus

Follow Jaturampe on WordPress.com

Menurut penanggalan hijriah, tanggal 12 rabi’ul awal besuk adalah hari dimana Nabi Muhammad SAW lahir, maka wajar diseluruh penjuru dunia akan ada banyak manusia yang merayakannya, termasuk Indonesia.

Menurut syiar para wali dan kyai, (terlepas dari pendapat mengenai haram dan halal merayakannya) perayaan kelahiran Nabi ini bertujuan untuk menambah rasa cinta umatnya kepada beliau, karena lewat perjuangannya, kita sebagai umat islam dapat merasakan segenap kebenaran dan keselamatan yang lengkap (dunia dan akhirat).

Ada banyak cara untuk merayakan prosesi kelahiran “manusia sempurna” ini, ada yang melantunkan barzanji, pengajian, dzikir berjama’ah maupun sekatenan. Sekatenan bermakna syahadatain atau kembali mengikrarkan bahwa Allah adalah satu satunya Tuhan, dan Muhammad adalah utusanNya. Dalam sekatenan ada bermacam jenis makanan yang didoakan kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat setempat. Proses pembagian inilah yang dahsyat dimana masyarakat berduyun untuk antri dan berebut, bukan layaknya antrian berebut sembako pengganti harga BBM yang tinggi, namun antrian ini lebih bermaksud untuk mengharapkan berkah. Berkah dari simbol gunungan nasi (tumpeng) yang bisa juga ditafsirkan pembagian rasa sejahtera dari raja terhadap rakyatnya. Dan hebatnya, raja di sini lebih bermakna Roja’ (harapan) akan masa depan, baik harapan sang raja (penguasa) maupun harapan dari rakyat jelata. Apa sih yang tidak hebat di negeri ini, bukankah negeri ini kaya akan simbol, simbol kedekatan dengan Tuhan, umaro, ulama maupun umat, hehehe, (terlepas dari kenyataan bahwa pada dekade ke belakang, ada jarak antara ketiga lapisan tersebut) tapi hal itu tidaklah suatu hambatan untuk merayakan Maulid nabi tahun ini, bukan?

Sehari sebelum perayaan Maulid Nabi Muhammad, masyarakat dunia juga merayakan hari Valentine dimana ini mengindikasikan perayaan kasih sayang yang bisa berupa kasih sayang ibu terhadap anaknya, kasih sayang remaja sedang asmara maupun kasih sayang musisi terhadap rockin’ roll,hehehe (terlepas dari pendapat mengenai haram dan halal merayakannya, -sepertinya kata ini harus sering kita sebut) tapi itulah kedahsyatan masyarakat negeri ini, lihat saja, berbagai agama, budaya diterima kemudian dikembang biakan hingga menjadi lebih apik, lebih menyentuh dan lebih ngendhon di hati. Kearifan lokal yang sejatinya harus terus digali dan kita beri makna, sebagai perwujudan bhinneka tunggal ikha.

Namun perayaan Maulid Nabi Muhammad ini hanya akan menjadi acara seremonial belaka bahkan ada yang mengatakan penghamburan uang jika esensinya (ikrar) kita lupakan. Wajar, ada harapan Maulid Nabi tahun ini, akan lebih bergairah. Yaitu dengan pengejawantahan sifat sifat mulia dari Sang Pengabar Agung yakni, Fathonah, siddiq, amanah yang semoga merasuk ke tulang sumsum umat, penguasa dan seluruh rakyat indonesia, karena kelahiran Beliau adalah rahmatan lil alamin, karena Beliaulah pembawa api semangat yang Ameer Ali mengatakan bisa merubah pasir-pasir arab menjadi permata.

Selamat hari Valentine dan Maulid Nabi Muhammad SAW, kawan..

 

http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/14/valentine-haram-maulid-halal-indonesia-selamanya/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s