Jaturampe

Beranda » jaturampe » Tuhan Kunci Istri dan Ketidaksabaranku

Tuhan Kunci Istri dan Ketidaksabaranku

Follow Jaturampe on WordPress.com

Lebih dari tiga puluh menit kucari-cari kunci motorku, namun masih jua tak ku temukan, mungkin dibawa oleh setan-setan gundul, atau mungkin juga mulai bosan dengan diriku hingga memutuskan untuk sembunyi. Sementara waktu yang sepertinya tak bersahabat telah menunjukkan jam tujuh, wah,..payah nih, berarti hari ini alamat akan terlambat masuk kerja, padahal bukankah sudah kuramalkan kemarin bahwa hari ini pekerjaan datang melimpah?

Sedikit cemberut kuraba lagi seluruh saku pakaianku, celana bahkan tumpukan-tumpukan buku, Namun Sang Benda masih jua belum menampak lalu kuputuskan untuk duduk dan membatu, menyulut rokok dan menyedot asapnya dalam-dalam.. Allahumma salim ya Allah

“Sabar mas,…lha tadi malam, kunci motor itu, ditaruh di mana.”? Selintas kulihat bayangan isteriku datang mendekat, dan benar saja Ia mulai meraba-raba, mencari, menyingkap dan mengaduk-aduk seluruh ruangan (mungkin dirinya mulai takut, sebab aku terkenal singa jika ada benda yang kucari tak jua kudapat, hehehehe)

“ Ya..tidak tahu lah, lha tadi malam, begitu pulang dari dolan aku langsung masuk kamar, internetan lalu kemudian tidur, kamu kok lucu, kalau aku ingat pasti ya tidak bingung.”? sahutku yang terdengar asal. Dalam kekalutan ini aku malah membayangkan mencari sang kunci ini seperti mencari Tuhan (ah..kalau ini , yang lucu sih diriku bukan isteriku, hehehe).

Ya…Tuhan, di manakah DiriMu, dan di manakah kuncinya?

Di manakah ada kunci untuk membuka pertemuanku denganMu?

Di manakah kunci untuk motorku?

Senyap..

Sepi..

Tiada suara, tiada ada apa-apa

Di balut keriangan tiba-tiba wajah isteriku menghampiri sembari mengangkat dan menggoyang-goyangkan kunci motor -katanya tersimpan di bawah monitor komputer-(terimakasih Tuhan). Aku pun tertawa, sekedar menertawai diri sendiri, menertawai mudah lelahnya diriku dalam mencari. Lha wong mencari kunci saja sudah bingung kok apalagi mengharapkan mencari Tuhan?

Tapi jangan-jangan ini sebentuk petunjuk, bahwa Tuhan sesungguhnya juga berkenan jika ada hambaNya yang mencari?hehehe.

Ah..kunciku, ah..Tuhanku…ah..monitorku

“ Mas, jadikan bahan ‘kunci ini’ untuk tulisan di Kompasiana,” katanya sembari memberikan tas kerja dan menghantar keberangkatanku.

Dalam senyum aku berujar..

“Ah..Tuhan…, ah…kunci, Isteri pula…Kompasianaku terimakasih..

Diposting pada Kompasiana tanggal, 8 Januari 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s