Jaturampe

Beranda » humor » Jangan Penjara Anakmu!

Jangan Penjara Anakmu!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Di kotaku, sekarang lagi ngetren ngetrennya keinginan untuk memasukkan anak ke dalam aneka macam kursus, mulai dari lembaga bimbingan belajar yang sudah punya nama besar di Indonesia, maupun kursus kecil kecilan (umumnya mahasiswa yang nyambi kuliah). Terang saja, keinginan itu disambut dengan meriah jiwa jiwa bisnis para pebisnis. Segera mereka gegap gempita membuka bimbingan belajar baik untuk SD, SMP maupun SMA (saya tidak bermaksud menggugat LBB lho, hehehe). Bahkan marak pula pendirian PAUD, Taman Kanak Kanak maupun Taman Bermain baru, yang jelas banyak menawarkan progam programyang keren (tentunya dengan tambahan embel-embel “Usia Emas”). Jika dari kalangan The Have, mereka cukup mengundang dan membayar guru-guru privat guna mengajari anaknya, sedang untuk kalangan menengah, mereka akan membawa anaknya ke lembaga bimbingan belajar “gurem” (biasanya mahasiswa yang merelakan diri untuk mencari kerja sampingan). Namun, baik kalangan orang berada maupun kalangan biasa mereka mempunyai tujuan sama, yakni menginginkan anaknya mempunyai banyak kepandaian, baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Apalagi semenjak adanya Ujian Akhir Sekolah berstandar Nasional, wah..rasa was-was dikalangan orang tua semakin berlimpah. Malah seringnya, keinginan untuk les justru berasal dari desakan sang orang tua.

Memang, orang tua mana sih yang tidak ingin anaknya pinter, jadi langganan juara kelas, memenangkan bermacam-macam lomba dan menjadi buah bibir di kampung halamannya?hehehe, walau untuk keinginan itu, mereka harus rela mengeluarkan tambahan uang, yang berarti juga tambahan kerja atau setidak tidaknya tambahan jam kerja. Tak masalah, yang penting sang anak menonjol sebab berakal tinggi, yang penting masa depan anaknya terjamin, atau yang penting 20 tahun ke depan sang anak menjadi pribadi yang unggul, bukan masuk ke dalam golongan orang orang yang kalah. Maka sekarang, belajarlah giat nak, ikuti les ini, ikuti les itu, masuki sanggar ini, masuk sanggar itu. berangkaaaaaaaaaaatttt!!!

Tapi benarkah, kemampuan anak hanya ditimbang dari banyaknya piagam, banyaknya piala-piala pajangan, banyaknya sanjungan atau pujian (eh…Buk Anu, hebat ya dik Anu, juara kelas juga juara ini itu? keren deh, cakep deh) cukupkah ini?

Atau, pernah sejenak terpikirkan bahwa manusia adalah Homo Ludens di mana berarti setiap sel-sel hidupnya membutuhkan keriangan untuk bermain? Bukankah banyak nih, fakta di kota-kota besar dimana para lansianya (kalangan orang kaya) justru menghabiskan banyak waktunya di Pub, Hotel, Play Station maupun tempat-tempat temaram lainnya? pertanda apakah ini? jangan jangan benar, omongan ringan yang mengatakan ” Lha mbok biar Jeng, lha wong masa kecilnya kurang bahagia kok” teeeet…tooootttt

Masa kecil kurang bahagia? oh yeeaa?

Lalu apa tolok ukur untuk mengatakan masa kecil yang bahagia? apakah dengan pemenuhan kebutuhan anak seperti HP, Ipad, Play Station, Notebook? atau lewat kerasnya jam jam belajar? ataukah sebentuk kewajaran masa bermain anak yang dibiarkan riang menikmati masa anak anak. Anak anak kan sah sah saja untuk bermain lumpur lumpuran, di biarkan berlari ke sana ke mari, berjengkulitan maupun kuda kudaan (tentunya dengan pengawasan yang tidak melekat dong, hehehe) selain sehat juga rangkaian otak kreativitasnya bertambah. ya tooo. Tinggal ketika sang anak meminta untuk pemenuhan akalnya, kita sebagai orang tua turut mendampinginya secara bijak dan sewajarnya (syukur syukur, mengajaknya ke Perpustakaan Daerah–lha wong sekarang perpustakaan berubah jadi kuburan, hehehe)

Bukankah, masa paling menyenangkan adalah masa kanak kanak?

Atau, sampeyan punya usul lain?tapi yang pasti anda  pada anak kan? sebab Segalanya adalah Cinta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s