Jaturampe

Beranda » Agama » Aku Pilih Islam Jawa! Daripada Ikut yang Keras dan Merusak..

Aku Pilih Islam Jawa! Daripada Ikut yang Keras dan Merusak..

Follow Jaturampe on WordPress.com

jikalau engkau ingin mencari petunjuk lewat Kitab para Nabi, maka telaahlah dengan sungguh, sebab ada banyak hal tersirat yang menampak, namun butuh di kaji lebih jauh. Jika pencarian itu masih menghantuimu maka arahkan pandanganmu (walau sejenak) ke arah kearifan lokal..karena ternyata dan terbukti, para sesepuh kita adalah pribadi pribadi yang mungkin bisa disebut wali.. maklum nabi nabi kan hanya milik negara lain?, hehehe, (walau) jangan jangan mungkin di sini (dahulunya) banyak para nabi  yang bersembunyi, bukankah salah satu indikator adanya nabi itu adalah sebuah peninggalan peradaban yang hebat? dari 124.000 nabi, hanya 25 kewajiban kita untuk mengenalnya, dipersempit lagi dengan gelaran rasul..ya to? jangan jangan yang 99.000 lainnya tersebar di seluruh Indonesia saja, hehe (boleh dong) masak semuanya Impor?hehehehe

maka, kuat dugaan saya, dahulunya pulau jawa dan seluruh pulau di  Indonesia ini ada seorang Utusan yang mampu dan juga sangat maju baik mengenai ilmu mengenal TuhanNya, ilmu kemasyarakatan, atau bahkan ilmu ilmu lainnya. Bukankah, Jawalah yang sering memperkenalkan kajian rasa? Rasa yang sangat kental, dalam, dan menukik hingga ke titik paling titik?

berikut ada cukilan karya dari khasanah pustaka Jawa:

Sempurna dari pada sembah dan puja bukan berarti melihat Tuhan. Keadaannya tan kasat mata, papan tulis telah lenyap, kedua-duanya tidak meninggalkan bekas hanya kemantapan berada bahwa “ Tidak ada apa-apa, itulah hati yang terang” tidak terganggu oleh persoalan pikir, demikianlah segawat-gawatnya pekerjaan yang tidak boleh hanya menjadi bahan pembicaraaan dan tidak dapat dipergunakan. Masalah penyelesaiannya yaitu mencapai alam tenang dan pandangan yang terang, adalah anugerah Tuhan yang menjadi petunjuknya ialah rasa, Anda sendirilah yang menempuh jalan setepatnya dan mencapai tujuan eneng-ening. (Sultan Agung)

Setiap kali keluar malam, wisata (ke arah) sunyi sepi, menghirup wangi nafas kerohanian, agar arif kebulatan awal dan akhir (Panembahan Senopati)

Aum Shanti, Pantarei, Kai Ouden menei, Kala ainon ( Sostro Kartono)

ataupun juga karya Sinuwun Mangku Negara IV, yang dahsyat :

Kalamun durung lugu, aja pisan pisan ngaku. Antuk siku kang mangkono iku kaki. Kang uga wenang muluk kalamuan wus pada melok. Meloke ujar iku yen wus ilang sumelang ing kalbu, kandel kumandel ngandhel mring takdir. Iku den arsa, den emut yen arsa momot. Pamoting ujar iku kudu santosa ing teguh sarto sabar tawakal, legawa ning ati, Trima  lila, ambeg sadu, Weruh wekasaning dumados…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s