Jaturampe

Beranda » Agama » Jalanan Terjal Namun Mengasikkan

Jalanan Terjal Namun Mengasikkan

Follow Jaturampe on WordPress.com

Man arafa nafsahu faqod arafa Rabbahu“, ya..oleh sebagian kalangan sufi, hadits ini dianggap primadona, bukan untuk alasan apa-apa, tetapi melalui tafsir hadits inilah ada sebuah ruang baru menjadi semacam kunci untuk mengetahui Sang Maha Hadir.

Bukan sebuah rahasia, banyaknya manusia yang menginginkan pertemuan denganNya, namun beratus hingga berjuta manusia akhirnya menemui jalan buntu, atau malahan tersangkut dalam jurang sebuah pengakuan tentang ke-Aku-an, jelasnya..bukan dalam sebenar rasa yang tenggelam, tetapi hanya pengakuan semu belaka, (paling-paling hanya di permukaan laut saja). Lalu apa beda Nabi Musa as dengan Fir’aun?Bukankah kedua tokoh ini juga dihinggapi perasaan yang sama? sama-sama ingin mengetahui Tuhan?

Lihat saja, jaman sekarangpun masih ada saja banyak tokoh yang tiba-tiba merasa mendapat wahyu, menjadi nabi, maupun pernah bersua dengan Ruhul Quddus, tak usah saya sebutkan nama nama tokohnya toh anda tentunya lebih paham.

Sunguh mengasikkan memang, karena tiada bisa dipungkiri jalan kerinduan inilah yang banyak dicari. Ada banyak kisah yang menceritakan pertemuan dan penyaksian yang pernah dilakukan para khulafa’ur rasidin , seperti yang pernah diceritakan sebuah riwayat dimana ketika Rasulullah wafat dan para sahabat menghadiri pertemuan di tsaqifa Bani Saida tiba tiba saja ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana pandangan anda tentang Tuhan”?

Khalifah Abu Bakar  menjawab, ” Aku tidak melihat sesuatu melainkan Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab menjawab, ” Aku tidak melihat sesuatu melainkan Allah di depannya.”

Utsman bin Affan berkata, ” Aku tidak melihat sesuatu melainkan Allah di belakangnya.”

Sayidina Ali berkata, “Aku tidak melihat sesuatu melainkan Allah semata.”

Dan dari jawaban para sahabat nabi inilah akhirnya tumbuh dan berkembang bermacam tafsir yang mengharu biru dunia persufian. Ini wajar, karena semua manusia akhirnya akan merindukan pertemuan dengan TuhanNya, kalau tidak sekarang kapan lagi?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s