Jaturampe

Beranda » Agama » Andakah Sang Manusia Sempurna?

Andakah Sang Manusia Sempurna?

Follow Jaturampe on WordPress.com

Meski alam ini diciptakan oleh Tuhan, namun bila tidak ada yang mengenalNya, maka Tuhan tetaplah menjadi yang Maha Ghaib.

Bukankah ada sebuah hadits qudsi yang mengatakan ” Kuntu kanzan makhfiyan fa ahbabtu an ‘urifa” yang berarti ” Aku adalah harta yang tersembunyi dan mencintai untuk diketahui. Bukankah inilah sebab awal Adam diciptakan sementara segala makhluk lain tidak berani mengemban amanat tersebut? Bukan dengan keberaniannya, Nabi Adam mendapat Nama-nama, yang merupakan bonus dari Tuhan yakni pengenalNya pada segala benda? Nama tersebut jelas menurun pada anak cucunya, tapi tergantung manusianya,  mau tidak mengingat dan merenungkannya?. Nama tersebut merupakan bagian bagian yang terpisah, entah itu tersimpan lewat Nabi Nuh, Zulkifli, Musa, Isa, Ibrahim maupun nabi yang lain, sedang sebanyak 99 kita dapatkan lewat Al Qur’an.

Kesempurnaan mengingatNya hanyalah milik Nabi Muhammad, sedang nabi, sahabat dan wali hanya sepersekiannya saja. Tapi benarkah Nabi Muhammad adalah pribadi yang sempurna? Jelas saja, seandainya tidak ada manusia yang sempurna (Muhammad) maka berarti tidak ada  Maha Sempurna to? Salah satu jejak peninggalan petunjuk Tuhan (yang juga masih dituruni anak cucu Adam) adalah Tuhan telah menanamkan hasrat dalam hati manusia untuk mencariNya. Seberapa besar hasrat untuk mencari, sedemikian juga prosentasi pengejawantah NamaNya. Berikut ini ada satu hadits yang sangat mencerahkan, dimana ini kudapatkan dari seorang petani kampung yang sangat sederhana, bahkan tanpa berpakaian layaknya ulama.

bunyinya begini:

Allah berfirman: ” Wahai manusia, aku tidak menciptakanmu agar yang sedikit menjadi banyak karenamu, tidak karena ingin menjadikan luluhnya binatang buas karenamu, tidak karena aku ingin menarik keuntungan bagiku, atau pula untuk menolak yang akan membahayakan bagi diriKu. Aku menciptakanmu, agar tiada henti engkau menyembahKu, bersyukur sebanyak mungkin dan menyucikan diri pagi maupun sorenya.

Wahai manusia, seandainya manusia yang pertama dan yang paling akhir diantara kalian, seluruh jin dan manusia, bak tua maupun muda, baik merdeka maupun budak berkumpul semua, tunduk dan patuh pada-Ku, setitikpun tiada akan menambah kebesaran singgasana kekuasaan-Ku. Barang siapa berjihad di jalan Allah sesungguhnya ia berjuang untuk kebaikannya sendiri. Sungguh Allah tidak butuh sama sekali terhadap alam semesta. Wahai manusia, sebagai mana engkau menyakiti,  engkau disakiti, sebagaimana engkau berbuat engkau diperlakukan. Berjuanglah keras agar jiwa terlepas dari penjara materi ini. Jika hati tetap bersih dari hawa nafsu, maka Tuhan Yang Maha Pengasih duduk di atas singgasanaNya. Setelah itu Dia menuntun hati secara langsung karena hati itu telah bersamaNya.

Manusia merdeka itu bukanlah manusia yang mengeluh, tapi manusia yang sanggup berdiri sendiri sesuai dengan kehendakNya. Semangat hidup dari pancaran Sang Insan Kamil, bahwa bertanggung jawab terhadap yang dilakukannya.

salam darussalam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s