Jaturampe

Beranda » jaturampe » Apa Misimu di Kehidupan Ini?

Apa Misimu di Kehidupan Ini?

Follow Jaturampe on WordPress.com

Wa sakhkhara lakum maa fis samaawaati wa maa fil ardhi jamii’am minhu

(QS Al Jaatsiyah 45: 13)

Hei, apa artinya ini? wee, dahsyat! ayat tersebut jika ditranslate menjadi bahasa Indonesia kurang lebih berarti seperti ini..

Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, semuanya sebagai rahmat.

Nah, dahsyat bukan? Bahwa Tuhan telah menundukkan segala sesuatu di bumi ini sebagai kelanjutan dari “pemberitahuan nama nama benda kepada Nabi Adam as, yang diteruskan kepada anak turunnya. Menjadi menarik sebab dari sini, jika kita masih teringat nama banda tersebut yang merupakan nama asli benda tersebut. Bingung?hehhe, gak apa apa. Tapi saya ada contoh. Saat akan dimasukkan ke dalam api, nabi ibrahim telah diberitahukan nama “api” yang asli, maka wajar jika Sang Khalil tidak merasakan panasnya api tersebut (jadi penasaran sama nama api yang asli nih?) atau saat Nabi Daud diberitahu Tuhan, tentang nama asli besi, dan bukankah Nabi Daud berhasil menaklukkannya? atau tidak usah jauh jauh, pernah mendengar nama daerah di Jawa yaitu Banten? bukankah orang orang di sana bisa tahan terhadap tajamnya bermacam senjata yang terbuat dari besi? Benar, ada kemungkinan masyarakat di situ menjaga tradisi, yaitu meneruskan berkenalan dengan nama besi tersebut. Penasaran? ada berbagai referensi nama besi tersebut adalah Dabbus, hehehe, nah dari nama besi (dabbus) itulah, asal  mula kesenian debus . Hmm..tapi ya jangan mencobanya tanpa adanya guru. Karena ada tahapan tahapan untuk berkenalan dengan besi tersebut. Atau para pawang hujan, bukankah para pawang hujan berhasil menyurutkan waktu hujan untuk mengunjungi bumi, menahannya sebentar, atau menunda untuk beberapa jam, lalu apakah ini sulap? tentu saja bukan. Ini hanyalah  permintaan kepada Tuhan agar Hambanya yang bernama hujan atau angin, melintas tampa membawa korban atau bencana. Seorang sahabat petani mengatakan bahwa namanya adalah Zariyati al Jarwa. Wee…kok seperti nama wanita di jawa ya? hehehhe, tapi kapan kapan boleh anda coba. Tentunya meminta kepada Tuhan dong…

Lalu apa masalahnya?

Masalahnya, orang zaman sekarang jarang/malah lupa mengenal nama nama hamba Tuhan yang membawa amanah tersebut. Malah terkadang lupa kepada apa amanah yang dia bawa dari Tuhan. Tentu, setiap manusia memiliki amanah tersendiri to ya? Jika kita meninggal tapi melaksanakan amanah Tuhan tersebut, ibaratnya kita sudah menyelesaikan misi di bumi, tinggal mengambil bonus bonusnya di kehidupan selanjutnya. jangan dikira manusia tidak mempunyai visi misi di bumi lho. Tapi jangan berharap saya dapat mejawab apa misi anda, karena yang tahu misi anda ya anda sendiri, hehehehee.

Banyak orang yang lupa akan misi sendiri, kemudian malah merusak segala yang ada, karena sadar atau tidak manusialah yang dijadikan wakilNya di bumi setelah manusia memberanikan diri menerima amanah tersebut, sedang malaikat, iblis, alam saja tidak berani (kalau tidak percaya,coba dicari di Al Quran). Nah, jika alam protes pada kelakuan manusia maka gunung ya kemudian batuk batuk, mengeluarkan lahar. Jika langit yang marah atau protes ya akan menurunkan hujan badai. Lho kok alam berjalan sendiri sendiri? Dimanakah peran Tuhan? wee…ini akan menjadi uraian yang panjang, yang nantinya akan coba saya ceritakan. Tapi tentu saja ini hanya sebatas cerita saja, itupun meneruskan cerita dari seorang petani.

salam darusalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s