Jaturampe

Beranda » filsafat » Orang Jawa Wajib Mengenal Tembang Mijil!

Orang Jawa Wajib Mengenal Tembang Mijil!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Bagaimana kabar tembang tembang Jawa hari ini? tentunya akan banyak warta yang mengatakan bahwa tembang tembangnya hampir tak dikenali lagi oleh para putra daerahnya. Ini sungguh memprihatinkan, sementara sesungguhnya banyak petuah para leleuhurnya terdapati ditembang tembang tersebut.

Bagaimana tidak? simak saja. Pernah mendengar tembang macapat berjudul Mijil? Mijil diserupakan dengan keluarnya/ lahirnya bayi dari Gua Garba ibunya, yang juga mempunyai persamaan dengan munculnya gagasan dari budi sang penciptanya. Salah satu bait yang terkenal dari tembang macapat ini adalah sebentuk karya dari Sunan Kudus (syaikh Jafar Shoddiq)

Mijil

Dedalane guna lawan sekti

kudu andap asor

wani ngalah luhur wekasane (1 2 3)

tumungkula yen dipun dukani

bapang den simpangi

ana catur mungkur

yang artinya kurang lebih begini (penafsiran bebas)

inilah jalan yang berguna untuk keselamatan hidup

haruslah rendah hati dan berani untuk mengalah, karena dengan sikap berani mengalah pada akhirnya akan mendapatkan kebahagian di akhir hidupnya

tertunduklah, diamlah jika ada petuah dari orang tua atau orang yang lebih tua, jangan membantah apalagi menyanggahnya sebelum petuah itu habis diterima atau malah pergi meninggalkan arena pada saat diberi pengarahan.

Nah, leluhur kita hebat bukan? mereka mengajarkan pada putra dan cucunya untuk banyak merenung, dan mendengar. Bukankah indra yang sering kita pakai di zaman ini adalah indra mulut? maka wajar, banyak kalangan cerdik pandai di negara ini yang hobi untuk bicara, namun alpa saat diminta untuk mendengarkan. Jangankan untuk mendengarkan rakyat, lha wong mendengarkan suara hatinya sendiri saja (jarang) malah tidak pernah.

salam darussalam

 

 


13 Komentar

  1. jobv mengatakan:

    kalau orang minang yang penting apa yah?…

    jadi bertanya tanya sendiri

  2. Tiyoo mengatakan:

    Salam putro tanah jowo..bukan hanya di uri” tp di angkat dan di dirikan di lestarikan lagi budaya jawa,yg sudah makin dikikis budaya asing.,

  3. maaf mengatakan:

    maaf, setahu saya istilah bapang den simpangi itu maksudnya sebaiknya kita menghindari permusuhan. ono catur mungkur, maksudnya, setiap ada pertikaian kata/adu kepintaran, sebaiknya kita membelakangi/mengelak.

  4. khoirul umam mengatakan:

    baguss banget tapi kurang videonya aja, psti tambah keren deh

  5. rike jokanan mengatakan:

    salam kenal…. saya sedang belajar macapat. ijin ambil beberapa sebagai materi. matur nuwun….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s