Jaturampe

Beranda » 2011 » Maret

Monthly Archives: Maret 2011

Blogernas Vs Kompasiana?Pilih Jalanmu, Kawan!

Anda kenal kompasiana? Yup, Kompasiana adalah salah satu tempat nongkrong yang banyak digunakan para pecinta dunia maya, dimana mereka saling berinteraksi, berbagi tips, mengajak dialog tentang bermacam-macam tema yang tersedia, baik tulisan tentang politik, hukum, fiksi maupun hiburan. Menjadi sangat menyenangkan ketika membaca dan mengirimkan tulisan di situs tersebut, apalagi mengikuti dialog yang hangat, meski sesekali ada juga dialog saling mengejek, pula melecehkan pribadi seseorang. Tapi bagaimanapun perkembangannya, Kompasiana menjadi salah satu markas orang-orang yang hobi untuk selalu mengembangkan diri. Banyak tokoh  besar dan populer di sana, meski ada juga yang memang sudah terkenal namanya sejak berkecimpung di blog pribadi. Erianto Anas, Arimbi Bimoseno, Andy, Dh4nie, Herry F, Husein Al Hallaj dll. Pribadi tersebut menjadi populer karena memang mempunyai karakter asli yang tetap diusungnya di dunia maya, bukan karakter pura-pura apalagi bertopeng ninja, lebih-lebih  kesan yang sok mulia.

Blogernas? kenal blog ini? Yup..jangan mengaku penggila maya jikalau masih alpa dengan lapak ini. Tempat yang menyuguhkan berbagai macam kontroversi, mulai dari perbincangan tentang agama, filsafat dan berbagai macam suguhan beraroma “lendir”. Tapi jangan harap anda menemui lendir yang benar-benar lendir, karena semua itu hanya semata-mata judul yang menggugah naluri kelelakian yang semua laki-laki memilikinya. Bidikan sesungguhnya adalah kajian yang segaris dengan aliran Islam yang berharap adanya perubahan pandangan, bukan semata teks buk pada budaya Arab yang tercampur dengan dogma, kata-kata umat yang tertidur, anak kecil  menjadi istilah yang sering digunakan oleh sang pemilik lapak, siapa lagi kalau bukan Erianto Anas. Dan juga judul-judul yang banyak dimulai dengan kata Sini! Goblog atau seruan yang memerahkan kuping, tapi itu semata sebuah sikap psikologis  yang intinya mengajak untuk berpikiran terbuka. Agama menjadi barang asyik untuk diobrolkan, meski banyak pula penentang yang menganggap Erianto Anas adalah ranting dari Islam Liberal, Pengemis Asian Foundation ataupun gelar-gelar lain yang disematkannya. Apapun sebutannya itu, dunia maya rame dan meruah kaya cinta dan rindu berdialog.

Lalu kenapa ada kata-kata versus dalam judul postingan ni? Pengikut setianya? hehehe, tenang kawan, saya hanyalah seorang muda yang senang belajar apa saja, baik yang lurus, bengkok, maupun semrawut, ibaratnya saya ini lapar pada apapun jenis makanan, nah setelah mencicipi olahan tersebut, baru deh menimbang dan merenunginya. Kata versus itu mulai ketika ada banyak postingan dari Erianto Anas yang dihapus oleh admin (mungkin karena judul yang bombastis, ada karena ada link yang sengaja dimasukkan) meski menurut saya pribadi semua itu masih taraf biasa saja, alias semata jiwa entertain dari Profesor Erianto saja, dan kedalaman kajian filsafatnya mulai terbentuk mulai paragraf-paragraf dua. Juga sah-sah saja memasukkan link blog pribadinya, ibarat simbiosis yang saling membutuhkan. Dan Kompasiana menjadi agak sepi dengan kemunduran Erianto Anas dan konco-konconya juga ditutupnya lapak agama yang jadi bagian dari humaniora.

Akhir-akhir ini Blogernas Forum mulai dibuat oleh Sang Profesor Eri yang bekerja sama dengan Traktor, dan Mbak Ester (entah ini kolaborasi yang memang bekerjasama sejak mula pertama, atau hanya slogan semata, tapi setidak-tidaknya pendekar-pendekar tersebut saling bersekutu dan menciptakan panggung yang mempunyai cukup banyak sinar yang merangsang laron-laron maya untuk mendekat. Nah, ini menjadi menarik..karena kedua situs tersebut saling beradu pandang, saling melirik dan saling bergerak.

Nah, kalau pijakan kamu sendiri dimana Jaturampe? hehehehe, saya adalah muda yang haus akan ilmu, belajar dan belajar, menempa diri dimanapun tempatnya. Entah persinggunggan, pertentangan pun juga pertemanan layak untuk tetap dipertahankan. Haaaaahaha, apalagi mumpung gratis, lha bagaimana jika besuk-besuk berubah jadi mbayar?kan berabe?hehehehe, lha wong kencing saja kadang harus mengeluarkan uang kok!

 

 

 

Iklan

Mulanya Ada, Akhirnyapun Ada

Sepi merambah cahaya

adam tercipta

lalu bergeraklah alam untuk mengenal AdaNya

Sepi merambahi cinta

lelah terlentang

berpacu bersama tembang asmaradana

melagu dalam genggam rindu

aku kamu tiada jemu

Sepi merambati raga

di dalam tanah aku dan malaikat penanya bersenda

berkelakar tentang indahNya rupa-rupa

menambahi segenap puja

Sepi bersama terang

menggantung nir lampu

melihat tan mampu

berkata-kata

bernada-nada

Ketakutan Adalah Bom Yang Sesungguhnya!

Seperti yang diduga banyak orang, bom buku menjadi sebuah teror yang mencemaskan bagi rakyat kecil, masyarakat yang sebenarnya tidak tahu menahu motivasi sesungguhnya dibalik peristiwa bom buku (termasuk saya, hehehe). Dugaan demi dugaan tentang siapa  yang menjadi aktor intelektual masih menjadi tema penting di warung-warung kopi di dekat rumah. Mulai dari kemungkinan Islam garis keras, sekedar politik untuk menghalau isu-isu yang sedang hot atau juga oknum yang sedang bermain untuk melancarkan taktik di dalam meraih simpati, atau juga serangan psikologis dari pihak asing yang berusaha mengobok-obok stabilitas nasional, tapi apapun itu, semuanya hanya dugaan sementara dari penduduk kampung dalam menanggapi berita yang ada di televisi.

Seperti juga yang kecemasan yang terlihat dari sebagian penduduk di Jakarta, yang alasan untuk itu sesungguhnya tidak perlu (takut terhadap sebuah sepeda yang berisi alat-alat perbengkelan) hehehehe, apa ini tidak lucu namanya? Atau ketakutan terhadap tas yang tergeletak di tepi jalan, yang isinya hanya buku? Entah ini sebuah kesengajaan atau tidak, bom buku sesungguhnya telah berhasil bukan karena kedahsyatan hulu ledaknya tetapi justru keberhasilannya menciptakan rasa takut.

(lebih…)

Allah Itu Wujud atau Tidak Wujud, Sih?

Siapa yang tidak kenal Ibn Ghazali? Seorang pembaharu di agama Islam. Beliau banyak dikenal bukan hanya ulama, tetapi beliau juga  seorang filsuf, penulis buku, dan seorang yang dihormati beragam masyarakat lintas  negara dan agama. Banyak buku yang tercipta dari tangan beliau salah satunya adalah Ihya Ulumuddin (kebangkitan agama) dan juga Miskah Al Anwar. Beliau  mempunyai banyak minat terhadap cabang-cabang ilmu, entah itu Fiqh, mantiq, dan ushuluddin.

Di sini saya tidak akan banyak menyinggung sejarah atau kehebatan-kehebatan beliau, karena banyak situs atau blog yang terus dan selalu memperbincangkan sepak terjangnya. Saya hanya menyorot perkataannya yang terdapat pada buku Misykat Al Anwar yang di dalamnya, beliau mengatakan bahwa sesungguhnya “Penggerak segala sesuatu bukanlah Allah, tetapi Wujud.” Wujud yang dalam penggambaran beliau adalah wujud yang dipatuhi (Al-Mutha’) yang sifatnya dibiarkan susah dimengerti. dan ini menjadi pertanyaan saya.

Menjadi satu pemakluman karena seringkali Ibn Ghazali ini mempelajari ajaran-ajaran kaum sufi (meskipun tidak semua ajaran ia setujui) hingga beliau sering dijadikan standar tengah (penyatu) antara kaum ulama dan kaum sufi. Beliau lebih sering merujuk pada karya-karya Junaid Al Baghdadi dan juga Bayazid Bistami.  Nah, pertanyaan saya terhadap tadi begini, ” Jadi adakah sang “Wakil” yang mengatur lalu lintas alam ini (yang namanya beliau sebut sebagai “Wujud?”) Lalu kemana perginya Sang Pemilik Segala? Wuih, rasanya kata pergi tidak cocok ya? Oke, lalu di mana Tuhan?

Apakah Wujud tadi adalah sebentuk idzin dari Tuhan agar semua makhluk/alam mengenal beliau? ini berhubungan dengan firmannya tentang sebuah harta yang tersembunyi, dan cinta untuk diketahui? Atau jangan-jangan Tuhan ini kemudian melingkupi segala ada, tetapi sesungguhnya Dia tidak ada batasan, sehingga penampakannya merupakan sebuah wujud yang bentuk salah satunya adalah ilmu?Apakah wujud ini adalah makhluk ataukah bagian dari Tuhan?

Banyak juga referensi dari Kitab Jawa yang menyatakan bahwa Tuhan wujud dalam  Nur dan Ilmu dan Sir Jamal dan Jalal. Demikian juga pelajaran-pelajaran di sekolahan yang mengatakan tentang Sifat Wajib Tuhan yang ada 20.Tetapi bagaimanapun yang wajib itukan baru dalam penafsiran manusia sendiri to?

Tuhan adalah misteri yang tiada pernah habis, bahkan ratusan juta kata tiada sanggup melingkupi Ilmu dan wijudNya. Namun itu bukan berarti kita membatasi diri untuk berhenti dalam mencari dan merenunginyakan.

Kisah Malaikat Yang Lagi Berdemo!

Ini adalah curhat teman saya kemarin sore, bro..

Berjuta tahun lalu, Mbahkung saya mengatakan, “Le thole, putuku kang manis kaya gendhis, goleka jeneng dhisik, mengko masalah jenang lah bakalan mara dhewe (cucuku yang manis, carilah nama dahulu, nanti jika namamu sudah dikenal banyak orang, jenang/makanan akan datang dengan sendirinya).” Waktu itu aku diam saja, seperti ada sejuta bogem mentah telak dialamatkan pada jantungku. Maklum saja, buat penganggur sepertiku ini, mendengarkan banyak petuah dari para sesepuh amatlah merangsang dan menumbuhkan semangat juang hidupku. Sejak itu, ku gerakkan seluruh daya hidupku, mencari dan mengabdi, kerja sosial, kerja bhakti dan kerja kuda lainnya. Pagi milik rakyat, siang milik manusia, malamnya juga tidak milik diriku sendiri. Urat-urat adalah gerak putar tanpa henti, jantung menjadi organ yang terbuat dari baja, merangkak ataupun berlari  selalu siap melayani, sama saja. Menari atau menangis tiada ada beda.

Lalu apa yang terjadi  tahun-tahun kemudian?

(lebih…)

Belajar Itu Seperti Ganja!

Kenal ganja? haha..rata-rata anda  kenal  dengan jenis barang ini, daun surgawi yang begitu banyak peminatnya.  Sekali sentuh, pinginnya nyoba terus menerus. Tapi sayangnya kali ini saya tidak  akan membahas barang ini, maklum selain sekarang sudah dilarang, tuh barang malahan membuat badan kita perlahan gering, so sebagai gantinya mendingan rame-rame bikin blog, atau ikutan forum. Forum mana mas? hehehe, forum mana saja boleh, bisa di forumtempointeraktif atau bisa juga ngikut di forumnya mas Erianto, hehehe, selain banyak muatan pelajaran islam dan juga agama lain, di sana juga tempat berkumpulnya pribadi-pribadi unik dan langka, hehehe, saran saya pakai ikat pinggang dan pikiran yang terbuka, sebab ada banyak jalanan terjal, berliku namun nikmat! So, sampai jumpa di sana, kawan..

Opera Badut Dalam Televisi !

Ada tahi

dingin di pojok

tepian sungai jorok

bernyanyi menyerupai: dirimu

menjelma dan menggurita jadi

sekumpulan berita palsu

emas kau kata batu

benci kau kata rindu

akupun ragu

adakah kau sumbang selain sumbang

kalaupun ada hanya remah-remah sisa sisi pura-puramu

sementara televisi

hanya  alat penuhi mimpi mimpi