Jaturampe

Beranda » Agama » Ayat yang Nyata!

Ayat yang Nyata!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Bal huwa aayaatum bayyinaatun fii shuduril ladziina uutul ‘ilma wa maa yajhadu bi aayaatinaa illazh zhaalimuun (QS 29.49), yang artinya kurang lebih sebagai berikut, ” Al Qur’an merupakan ayat ayat yang nyata di dalam kesadaran orang orang yang diberi ilmu. ” Lalu apakah maksud dari ayat ini? apakah kita dituntut untuk menghafalkan sampai mulut berbusa busa, sampai menambah jumlah ukuran hard disk dalam otak? ataukah membacanya dengan tata cara yang benar sehingga sesuai dengan  lidah dan cita rasa arab? Ya, semua ini benar! tapi apa ini esensi dari Al Qur’an diturunkan?

Lalu ada salah satu hadits yang berbincang, ” Takhallaqu bi akhlaqi Allah.” (berakhlaklah dengan budi pekerti Allah). Oh ya? memangnya kita sanggup berakhlak seperti Allah? sebagai yang serba maha? Tentu saja kawan, kita tidaklah bisa untuk benar benar memplagiat akhlak Tuhan, tapi setidak tidaknya meniatkan diri untuk menjalankannya, berusaha membersihkan diri, seumpama berakhlak dari asma Quddus, maka diharapkan berusaha untuk bersih/suci hati, menjaga kesucian niat (hehehe, setidak tidaknya ada niat, to?) Godaan di sini biasanya menganggap diri sebagai sesuatu yang suci, sedang yang lain kotor, najis dan lain lain. Inilah godaannya. Tak perlu saya berikan contoh, tapi bukankah ada satu/dua golongan yang mengaku bahwa dirinyalah yang paling suci? Ambil lagi nama Al Haq, Maha Benar..maka, niatkanlah mengkaji diri untuk selalu berbuat benar. Bisakah menjadi Benar? ya setidak tidaknya benar dalam meniatkannya to? godaannya orang yang mengamalkannya akan merasa diri sebagai orang yang paling benar, paling mengetahui tatanan, juga seluk beluk dan kunci kunci surga, sementara orang lain mudah dianggap salah bahkan tak jarang dianggap kaffir? dan juga Asma asma yang lainnya, namun disetiap nama ibarat kunci sebuah ruang di dalam lemari namun juga mengandung beragam godaan.

Lalu apa hubungan antara surat di atas dan hadits tadi? baik isi dari surat dan hadits tadi merupakan penanaman nilai nilai kemanusian yang harus terus dijaga. Sebisa bisanya, semampu mampunya diri untuk melaksanakannya, Ingat, sesungguhnya kebaikan itu bukanlah untuk menambah keagungan Tuhan ataupun kemuliaan nama Nabi Muhammad, bukankah semuanya jelas untuk kebaikan diri sendiri? Tapi jangan lekas lekas nglokro saat ada cobaan dari pengamalan nilai tersebut, lantas berkata,  ” Ah, maklum saya manusia yang tidak sempurna, pun juga orang lain, bukankah tidak ada manusia yang sempurna.?” Nah kan, (terjebak dalam pelajaran barat yang mengatakan tidak ada manusia sempurna? Ini sudah saya jelaskan dipostingan sebelumnya, bahwa ada manusia yang sempurna, yakni nabi Muhammad Sang Insan Kamil. Dan kita? ya…untuk ukuran, paling ya sekian prosentase, ibarat Nabi Muhammad itu 100% sedang kita (mungkin) 0,9 persen, hehehehe. Tapi jangan surutkan langkah…! Mengkaji dan terus mengkaji, belajar dari lahir hingga mati!

Lalu ayat Qur’an mana yang nyata ada di hati kita? apakah ayat Al Qur’an yang menceritakan tentang kemusrikan, kedengkian dari suatu kaum ataukah tentang nilai-nilai kemanusiaan? Jawabannya ada dalam relung hati dan kejujuran diri.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s