Jaturampe

Beranda » Jawa » Pikiranmu, Pikiranku dan Pikiran Jawa

Pikiranmu, Pikiranku dan Pikiran Jawa

Follow Jaturampe on WordPress.com

Pernah mendengar kata-kata begini?

Mbok ya kamu mikir, masak sudah besar begini,  itu otak mampat di pertigaan?”. Ya, sewaktu kita masih remaja barangkali kata pikiran serasa menjadi pelengkap ucapan berulang. Entah itu dari orang tua, atau orang yang lebih tua. Masalah tersebut tidak akan saya bahas di sini, namun saya lebih senang menelusuri kata ” Pikiran”.

Sesungguhnya pikiran terdiri dari bagian yang sangat halus, ini berbeda dengan unsur yang ada di bagian jasmani lainnya maka laju gerak pikiran juga membutuhkan aktifitas, entah untuk kegiatan berpikir yang maksimal atau minimal. Bisa diduga gerak dari pikiran yang berat biasanya ada di otak para pemikir, entah itu profesor, politisi, ahli catur maupun ilmuwan dan konco-konconya.

Pikiran sesungguhnya jarang untuk beristirahat dibanding dengan organ tubuh yang berbentuk otot. Tak percaya? coba, andaikan sang pemiliknya sedang mengadakan suatu kerja,  pikiran juga diajak serta to? namun ketika istirahat, melepas lelah dari segenap rutinitas yang membius, tetap saja pikiran jalan terus. Mungkin menerawang tentang masa depan, mungkin memikirkan lilitan hutang piutang, atau mungkin juga berpikir tentang si pacar.

Semakin dibiarkan mengembara, capaian pikiran seperti tak menemu ujung pangkal, ada saja saling kait antara tema satu dengan tema lainnya.Ibarat motor, pikiran merupakan tunggangan yang dahsyat, ia bisa menarik segala macam pengaruh, misalnya ruhani, nurani, obsesi dan konco-konconya. Jika penunggangnya adalah supir yang bijaksana, maka dari sana akan muncul berbagai gagasan yang brilian dan berguna bagi dirinya ataupun orang lain, namun jika sang supir seperti dikatakan orang Jawa, yakni suka mampir, wahhh?bahaya, salah-salah bisa menguras energi secara sia-sia(tanpa hasil) bahkan juga jadi gila.

Sejak zaman dahulu orang Jawa seringkali menasehati agar menggunakan pikiran untuk hal hal yang tepat, tak jarang pikiran dilatih untuk memasuki kesunyian malam, menghayati dan menghirup rasa sepi yang ternaungi pekat, bahkan untuk sekedar menenangkan diri, sesepuh kita berangkat ke puncak-puncak gunung atau menyepi (tapi sayang, hal tersebut dijadikan senjata untuk menyerang kebijakan para sesepuh jawa tersebut, entah dengan mengatakan ilmu hitamlah, bid’ahlah atau Kejawen) weeee…berarti nantinya akan ada kePapuaen, keSumatren, keKalimanten? hahaha…ada ada saja. Padahal kegiatan tersebut dimaksudkan melatih pikiran agar memusatkan pikiran, semata-mata untuk Tuhan sesuai keyakinannya. Bukankah kebanyakan raut muka para sesepuh kita biasanya menampakkan kehalusan, ketenangan, dan aura yang cerah? masak ini pengaruh dari ilmu hitam atau kejawen? bandingkan dengan anak muda zaman sekarang, bah.. sekali tatap biasanya terlihat, kalau enggak wajah tegang ya wajah yang senantiasa sayu, nglokro, menampakkan tiadanya semangat hidup yang tinggi..hehehe, tapi ini analisa sepihak saja lho.  Sebab apa? lha jelas, kegiatan pikirnya dipacu dengan keras kok! (bisa lewat pelajaran sekolah yang semakin banyak, tuntutan ujian atau bisa juga karena banyaknya masalah remaja, hehehe-jadi ingat film zaman dulu-Gejolak Kawula Muda) tapi sayangnya lupa untuk mengistirahatkan pikiran dengan konsentrasi, yoga, atau sholat yang benar-benar sholat. Lho istirahatnya kan waktu tidur? benar, hal itu benar, tapi tidur kalau tidak mencapai titik REM (Rapid Eye Movement) ya sama saja..tetap lelah

Ada petuah dari Jawa (Panembahan Senopati) yang bunyinya begini

” Saben mendra saking wisma, lelana laladan sepi, ngisep sepuhing sopana, mring pana pranawengkapti.”

(Setiap kali keluar rumah, wisata mengarung sunyi sepi, menghisap napas kerohanian, agar arif kebulatan awal sampai akhir)

Nah, akan anda bawa kemana pikiran anda? Sumonggo…

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s