Jaturampe

Beranda » Agama » Adam Kembali Adam, TVRI Semoga Jaya!

Adam Kembali Adam, TVRI Semoga Jaya!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Sesungguhnya nama manusia paling hakiki adalah Adam (ketiadaan) karena keberadaannya ditopang oleh tiupan ruh yang merupakan amanat menjadi khalifah di bumi, kehadiran ini merupakan kelanjutan dari tawaran yang diamanatkan Tuhan kepada segenap makhluk, namun tiada yang sanggup menerimanya. Entah suatu kebodohan atau kemujuran , namun keberlangsungannya  sesuai dengan tugas masing masing, hehehe terdengar gelak tawa dari mulut yang sudah peyot itu. sesekali keluar bersama asap kretek.

Kalau menurut saya pribadi sih memang ada grand design dari Tuhan Maha Kasih. (minal hay al ladzi layamut biddzat, ila hay al ladzi layamut bi irdh) dari dzat yang Maha Hidup ke Yang hidup karena percikan karunianya.

Ketiadaan (Adam) yang menjadi hadir karena dikenalkan nama nama Indah dari Tuhan yang sedang membuka pintu sebagian rahasiaNya yang berupa ke-99 Asmaul Husna. Ibn Al Arabi memperjelaskannya lebih dalam dengan mengatakan ” Mendefinisikan manusia sebagai binatang berakal adalah suatu bentuk kekeliruan, karena seluruh alam memiliki hal tersebut (tergantung kapasitas dan fungsi hadirnya-penulis). Sifat khas yang membedakannya adalah bentuk Illahi (Al shurah al illahiyah)”. Pendapat Syaikh Akbar ini diperkuat dengan adanya firman di dalam Al Qur’an yakni, ” Wanafaktu fihii min ruuhi. ”  (dan Kutiupkan Ruhku…)

Kurasakan seluruh sendi-sendi tubuhku luluh lantak, segenap rahasia telah nandhes dan ngendon menghujam rasa. Petani itu menghujaniku dengan pertanyaan dan kegiatan penalaran yang menguras.

Lalu mengapa ada kejahatan, adakah ke-dua-an? atau bagaimana jalan kembali?

Takhalluq!

weee, apa apaan ini?model baru?ajaran baru?tolong jangan buat aku merana dalam tangis!

Tidak, anak muda, Rasul, ajaran  dan agama telah berakhir. Maka tiada ada lagi agama impor (petani itu mengekeh riang), yang ada hanya pemaknaan kembali, pengkajian yang hakiki, menuju ketiadaan yang azali. Tiada lagi yang baru di bawah ini matahari, seperti kata Nabi Sulaiman, Bukankah Sang Manusia Sempurna pembentuk segalanya telah dikirimkan.

Hmm, takhalluq?Oh..yaaaaa?tolong urai lebih jelas, pak, jangan memakai bahasa yang berbelit-belit! (sisa masa mudaku sebagai pembangkang mulai menampak)

Tenang anak muda, apapun pemahamanmu, apapun kajianmu, Semuanya yang berasal dariNya…ya akan kembali kepadaNya!

Wuah, kayak slogan TVRI saja, pak! Bersama TVRI -Menjalin persatuan dan kesatuan-

Hahaha, ada ada saja kau nak, oh ya, takhalluq adalah menerima atau mengambil AsmaNya yang ada di dalam diri, karena ia sudah ada dalam dirimu, tetapi masih berbentuk potensial, kebermaknaannya ya kamu bangkitkan dengan menyebut AsmaNya dan ejawantahkan kedalam bentuk aktual, kemudian berperilakulah seperti nama tersebut, sehingga membentuk akhlak yang prima. Bukankah Tuhan telah mengirimkan SMS kepada Muhammad dengan firman ” Sesungguhnya Engkau (Muhammad) mempunyai akhlak yang agung”, dan juga bukankah Muhammadpun mengatakan kehadirannya sebagai penyempurnaan akhlak. Jadi tolok ukurnya ya ini! Maka, beraklaklah kau seperti akhlak Tuhan seperti, Maha Kasih, Maha Pemurah,  tapi ini tidaklah sesempurna  dari manusia Agung, Ya Nabimu Al Musthofa, Ya..Sin, atau Thoha. Mahanya kamu hilangkan, kelanjutannya kamu amini.

Hehehe…wuih, petani ini keren juga, dibalik dari kesederhana penuh hikmah, ternyata ia kenal SMS juga. Oh ya, kapan ya Tuhan kirim SMS padaku, hehehe (becanda.com, Tuhan!). Perlahan namun pasti, hati mulai mikir, wah, akhlakku kan masih…..teeet….toooottttttt

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s