Jaturampe

Beranda » Agama » Kita Butuh Dokter Spesialis Jiwa!

Kita Butuh Dokter Spesialis Jiwa!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Ada Hadits Nabi Muhammad yang mengatakan, ” Waspadalah terhadap firasat seorang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya.” Hem..apa sih maksudnya firasat? bingung, pusing campur rindu. Segera kupacu langkah kaki menuju ke rumah Pak Petani, pagi tadi.

Pak, apa sih maksudnya firasat al mukmin? jenis makanan lodeh ya?

Huahahaha, kamu ini ada ada saja, Le..lha wong firasat mukmin kok seperti lodeh! hmm, begini..Firasat al mukmin adalah sebuah cahaya ketuhanan yang diberikan Tuhan kepada Hambanya. Dengan pemberian barakah ini insan tersebut dapat membedakan antara besar dan kecil, putih maupun hitam, yang terpuji maupun yang tercela.
Lhah..setiap harinya kan manusia memiliki kemampuan seperti ini, pak? bahkan lain muslim juga bisa!
Benar apa katamu anak muda, semua manusia memiliki kemampuan tersebut, walau kadang masih berbentuk potensial ataupun berupa semangat, bukankah di zaman dahulu semua juga bersaksi di alam ruh sebelum dilahirkan di bumi?namun pelaksanaannya sewaktu di dunia ini ada saja yang lebih semangat mendekat, lebih semangat belajar, lebih semangat kangen, sehingga Tuhan memberikan dan menempatkannya dalam satu titik. Antara satu sama lain tidaklah sama menempati titik ini. Ada titik firasat dimana seorang mukmin dapat menerka dengan tepat pribadi seseorang dengan sebuah bekas jejak kakinya di jalan, ada titik dimana seorang mukmin dapat membaca celah masa depan, ada satu titik dimana seorang mukmin dapat membaca masa silam.
Ooo..begitu ya pak, terus?terus?
Semua punya kesempatan, namun manusia yang meraih cahaya firasat al imaniyyah ini biasanya melalui akhlak yang mulia dalam suatu harmoni, keselarasan yang sempurna, baik lewat pengkajian diri maupun lewat tangan-tangan dokter spiritual.
Weh, jadi ada juga dokter spesialis spiritual ya pak?tarifnya mahal dong?dokternya buka praktik dimana ya pak?
Hahaha, dokternya ya dapat praktik dimanapun tempatnya, dan tidak ada tarifnya, Le! tinggal bagaimana manusia dapat menangkap petunjuk-petunjuknya tidak?, lha wong dokter ini kan Nabi Muhammad SAW, dimana beliaulah penyempurna dari akhlak semua manusia. Ada haditsnya to? Bahwasanya Aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak. Nah, disinilah peran sang Mustofa. Lewat cinta kasihNya dan peran beliaulah, umat Islam menjadi benar benar menjadi rahmatan lil alamin. Di zaman sekarang tugas itu diserahterimakan kepada para penggantinya yakni para wali yang tersebar di seluruh mayapada ini.

Hemm, wali ya pak? Bagaimana kriteria wali ini? bagaimana cara mengetahui atau tanda-tanda wali ini?atau jangan jangan wali band juga termasuk jajaran para wali?

Para wali ini biasanya tidak menampakkan apa yang dia emban, mereka menyamar di tengah kehidupan, bahkan cenderung biasa biasa saja. Jika perannya diketahui orang banyak, seringkali wali ini pindah rumah, pindah nama, bahkan pindah wajah, Le!

Ooo, berarti selain sebagai dokter jaga, wali ini juga mendapat peran sebagai dokter bedah kulit to?hehehe, lha wong ganti muka?

Akhirnya, akupun pulang dengan hati yang riang, namun tetap saja ada gelisah..wah akhlak saya, masih naik turun, bagaimana bisa bertemu dokter, bagaimana bisa menanyakan segala sesuatu kepada dokter tersebut?

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s