Jaturampe

Beranda » Agama » Alif Di Dalam Sastra Gending

Alif Di Dalam Sastra Gending

Follow Jaturampe on WordPress.com

Akan menarik jika pikiran dan hati kita senantiasa diarahkan untuk mencari rujukan ke kitab-kitab Jawa. Bukan bermaksud apa-apa, tapi hanya sekedar beropini bahwa penyeimbang pencarian diri sejati akan banyak kita temukan justru dikarya para leluhur kita. Apalagi ada masa, dimana para sufi baik yang berasal dari Arab, Yaman, maupun Persia banyak melakukan exodus ke berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. Mengenai masalah kepindahan ini banyak rujukan yang menjelaskan tentang alasannya, singkatnya sih terjadi karena pergolakan antar banyak aliran, mahdzab, dan tampuk kekuasaan (silakan dicari di Google), maka banyak kajian pustaka mengenai ilmu hakiki berasal dari anak-anak negeri sendiri.

Salah satu leluhur yang meninggalkan petuah meruah ini adalah Sultan Agung. Siapa, apa, dan bagaimana beliau monggo silakan dicari di Google juga, karena saya tertarik pada karyanya yang berupa tembang/ geguritan yang berjudul Sastra Gending, yang menurut saya merupakan kajian yang dahsyat, mengenai rahasia rasa, yang biasanya menjadi inti dari agama bertemakan cinta.

Berikut ini adalah karya beliau..

“Dat mutlak dipun wastani La takyun ingaranan

durung kahana salire, maksih wang wung kewala,

iku jatining sastra, ananing gendhing satuhu

dupi alif wus kasunyatan”

Saya tafsiri bebas begini…

Dzatullah sebagai Dzat Mutlak diberi penamaan La takyun (tiada ada pengetahuan akan hal ini, keadaan dimana Tuhan masih belum dikenal baik secara dzat, sifat, afal, maupun asma) itulah sejatinya sastra, namun tembang sesunguhnya menjadi ada setelah Sang Alif menampak/berwujud. Ini menarik kawan,  lalu siapakah Alif? apakah alif itu Tuhan? Bukankah ada satu guru sufi yang mengatakan bahwa Alif merupakan Al Bari’? Oh ya?

Menurut aturan dalam menuliskan huruf, huruf Alif harus berjarak seperti tujuh titik. Nah, mosok bayangan Tuhan berjarak sampai ke tujuh? Weeeeh…lalu siapa ya si Alif? sampai sampai nama samarannya Sostro Kartono adalah Sang Alif, puyeeeng mooo…

Dan begitulah kawan, berita kepuyengan saya ini saya sebar, barangkali ada teman yang bisa membantu, hehehehe, lagian puyengkan salah satu indikasi bahwa kepala dan isinya masih berada di tempatnya, hehehe..

 

salam darussalam

 

 


2 Komentar

  1. Yella Ojrak mengatakan:

    Tidak bermaksud merusak suasana postingan yang ‘filosofis’ tapi santai tapi serius, tapi untuk pertanyaan Mas Jaturampe di atas, mungkin yang komentar di bawah ane tau jawabnya… Wekekek…

    Btw, saya sebetulnya tertarik dengan yang dibahas itu, cuman… ya sudah lah nanti-nanti saya kembali lagi kalo saya sudah pinter :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s