Jaturampe

Beranda » Agama » Lagi-Lagi Ruh Lagi, Jaturampe Modiar Kau!

Lagi-Lagi Ruh Lagi, Jaturampe Modiar Kau!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Jaturampe semakin puyeng, mencari dan menggali lagi justru menambah ruwet isi pikir, ya postingan ini bermula dari  ini dan ini, tapi sepertinya Tuhan merestui, nyatanya dibalik kepuyengan itu, malam ini  ada swasana yang makces, menghunjam hingga kalbu yang terdalam, lembut bagai kapas  ditambah cao , mungkin Tuhan tahu bahwa ini hamba agak ngeyelan, dan untungnya Tuhan tidak ikutan ndaftar Islam Garis Keras , hahaa..

Oke, ternyata ada ruh yang tidak diciptakan yakni, Hakikat Muhammad, sedang ruh yang diciptakan ialah insani, contoh jelasnya ya Habibi Muhammad SAW, karena beliaulah sempurnanya sempurna, jadi Nabi Muhammad mempunyai dua aspek dalam diri, yaitu aspek  ruh yang tidak diciptakan, dan ruh yang diciptakan. Ruh yang tidak diciptakan menjadikan dirinya Al-Qutb dari segala benda baik di dunia maupun segala alam, sementara aspek yang diciptakan adalah penampakan manusiawinya yang pernah lahir di jazirah Arab.  Bukankah ada satu hadits yang berbunyi ” Ana Ahmadun bila miim” (aku Ahmad tanpa mim) yang biasanya dikaji oleh para sufi menjadi Ahad. Sementara disegi manusiawinya Beliau berkata, ” Abduhu wa rasuulahu (hambaNya dan UtusanNya), hmm..memang sungguh jarang orang yang sampai di batas akhir tetapi masih tetap andhap asor kecuali Kanjeng Nabi, benar kan? bukankah ada banyak orang yang sampai pada tangga kesekian saja, tapi sudah berani berkoar dan mengaku-aku, entah mengaku sebagai nabi baru lah, atau bahkan mengaku sebagai waliNya, weeeh!

Ada juga Hadits pelengkap tambahan paragraf di atas yang  berbunyi, ” aku (Muhammad) adalah dari cahaya Tuhan, dan seluruh dunia berasal dari cahayaku.” Lalu bagaimana dengan ruh kita? yup, hahaha, kita serupa pejalan yang mencari dan mencari tangga, berjalan menyusuri jalanan terjal nan berbahaya, berharap uluran Kasih ArRahman pula  syafaat dari nabi kita. Setidaknya cakrawala pikiran kita, kita biarkan terbentang, jangan terjebak pada firman Tuhan (Q.S Al-Israa:85) yang mengatakan, Dan mereka
bertanya kepadamu tentang ruh.  Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”, sebab jika kita berhenti berarti berhentilah perjalanan kita, mandeg jegreg. Dan bukankah dalam firman itu ada kata-kata “pengetahuan melainkan sedikit?” barangkali sedikit bagi Tuhan, banyak dan bentuk rahmatNya bagi kita? ya tentu saja jika kita tabah dalam mencari, bung!

Barangkali kata-kata dari Syeikh Hujwiri ini ada hikmahnya, yakni:

” Diantara seluruh sifat manusia, hanya ruh yang mendapat kesenangan di dalam (hal) kebenaran.”

” Nasib manusia merupakan akumulasi akibat pengetahuan dari perlakuannya terhadap ruh selama ruh ada di dalam tubuh.”

Begitulah investigasi saya mengenai ruh,  laporan ini disiarkan langsung dari radio “caraka gila” yang mengudara di frekuensi 99018 FM.

salam darussalam,

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s