Jaturampe

Beranda » Agama » Diskusi Warung Tuhan (bag 2)

Diskusi Warung Tuhan (bag 2)

Follow Jaturampe on WordPress.com

Malam semakin bertambah, sepertinya angin ditawan oleh bulan yang mengintip dari balik gemawan. Burung gagak berteriak hampir berbarengan dengan suara perkutut milik Mang Harja.
Sambungannya..

Tiba-tiba Mas Topan Menyeletuk, ” Hmm..menarik, tetapi itu bukan berarti Tuhan sedang kesepian, ini merupakan keinginan murni Beliau untuk mencintai DiriNya sendiri, lewat PengetahuanNya sendiri, namun tentunya Pengetahuan sifat-sifatNya, AsmaNya, dan pula Af’alNya. Gudang IlmuNya menampak pada Manusia Sempurna dan gerbangnya adalah ujaran-ujaran dari Sayidina Ali Ra dan para sahabat nabi lainnya. Sesungguhnya keberanian Adam juga tidak murni dari dirinya, sendiri. Itu saja bukan Adam sang nabi tetapi merupakan adam yang berasal dari ketidakberadaan. Banyak Ulama yang justru merujuk Nur Muhammad sebagai keberadaan awal atau Adam sejati, bukankah ada hadits yang berbunyi, ” Aku adalah dari cahaya Tuhan, dan seluruh dunia berasal dari cahayaku”, atau sebuah hadits yang menyatakan bahwa Nur Muhammad ini sudah ada bahkan sebelum ada Nabi Adam. Penjelasan dari Dun Wakhidun benar, namun jangan kalian tafsiri dengan gelap buta, arahkan saja dirimu adalah hamba yang sejati, karena gelaran ini gelar sebuah titik dari garis yang berupa dua bukit dimana engkau berada di tengahnya, Tirulah Sang Manusia sempurna itu, bahwa bagaimanapun dirimu adalah percikanNya, percik dari cinta yang meruah, Dari Maha Hidup ke Yang Hidup, menjadi khalifah di kehidupan semata karena adanya maul hayat, alias air kehidupan yang bersumber pada hati, hati yang bersih. Mengenai peran serahkan saja pada Sang Sutradara Agung, walau kutahu dari benakku engkau akan mengatakan tiada yang bermain buruk, semua adalah pelaku tunggal, ibarat permainan catur, manusia hanyalah bidak dan isinya, kotak hitam putih hanya sekedar garis permainan, sekedar pelengkap, tapi simpanlah itu rapat dalam hati & pikiranmu, lalu galilah, dan biarkan mengendap saja, jangan kau obrolkan pada siapa saja, cukup hanya ungkapkan bagi yang berhak. Oh ya, bagaimana dengan pendapatmu mas Jaturampe, jangan diam saja, lekas kau bakar atau langsung obrolkan saja, asal jangan tidur!.
Karuan saja segenap mata beralih memandangku, ku lihat ada ulas senyum menghias bibir Pak Kambali. Aku masih tergagap, rupanya kediamanku terus menjadi pengamatan mereka. Ah Aku bingung, tiada tahu apa yang harus ku omongkan.

” Tuhan adalah Dzat yang unik, tiada ada sesuatu yang setara denganNya, dan Dia Maha Besar pula Maha Mendengar, hehehe, rasanya tiada ada kata yang sanggup mengutarakan kehakikianNya, namun dari ungkapan Maha Besar dan Maha Mendengar, ada harapan disini, bahwa Tuhan menciptakan sesuatu untuk bisa menghubungiNya yaitu berupa kata. Kata yang terangkai dalam doa, jadi hendaknya kita berdoa atau mencari susunan kata-kata dari kesejatian atau biarkan tumbuh secara alami, atau ucapkan saja ayat yang engkau sukai yang berada dalam Al Qur’an, jika ada rasa yang bergetar dahsyat itulah bentuk dari HPmu yang terhubung dengan Tuhan, hehehe, lah jadikan itu login untuk masuk. Jangan takut, disini tiada cracker yang akan mencuri password kata-katamu itu, hehehehe,”jawabku sembari cengengas-cengenges.

” Sekarang cari kata-katamu untuk login ke dalamNya, jangan jadikan DiriNya hanya obrolan, Pengetahuan perlu, tetapi jangan sampai hijab terbesarmu justru dari pengetahuan tersebut!” Kata Mang Harja tiba-tiba menghentak. Wah, ini serupa petir di tengah malam

Kami termenung dalam sejuta diam, kebingungan menggelayut dalam benak masing-masing. Seluruh pengobrol tiba-tiba jadi sibuk untuk bercengkrama dengan sepi, sibuk meraba rasa, mencari sesuatu yang tiada pernah kunjung selesai, bingung dalam ketakjuban, takjub dalam kebingungan, jalanan yang sepertinya akan sampai ternyata adalah awal mula dari jalan baru. Melingkar dalam lingkar besar. Sebuah pernyataan yang melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru. Tiada terasa waktu sudah menunjukkan genap pukul dua, saatnya bubaran menuju rumah masing-masing.

salam darussalam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s