Jaturampe

Beranda » filsafat » Anak Pertama dan Satpam Tua

Anak Pertama dan Satpam Tua

Follow Jaturampe on WordPress.com

Pernahkah engkau meluangkan waktu menghampiri kemudian bercanda tawa dengan pak satpam? Ataukah engkau akan mengurungkan diri begitu melihat tampilan seram dalam baju ketatnya?Yup..memang, terkadang profesi sering menuntut seseorang untuk menampilkan karakter yang iapun tak menyukainya, termasuk pak satpam. Hmm..memang banyak  pendapat yang mengatakan bahwa pekerjaan satpam adalah pekerjaan yang penuh dilema, hehehe, lha kok bisa? Yo, bisa saja, lha satpam itukan harus pandai mengatur diri agar tidak terlalu galak kepada pekerja lainnya, juga menempa diri (setidak-tidaknya berpura-pura) ganas jika  ada big bos yang sedang berkunjung, kalau dia tidak bisa, wah..iso celaka mencit! dikalangan buruh akan dimungsuh, dikalangan pimpinan dikatakan kurang berpengaruh, nah lho! tapi walau bagaimanapun  pekerjaan satpam ini  menjadi  salah satu profesi yang mulia.

Pernahkah engkau berada dalam perasaan resah teramat parah? menunggu dan berharap, digulat keinginan untuk  segera  tahu jenis kelamin sang anak? Atau jangan-jangan saudara malah berkeinginan mempunyai anak laki-laki, maklumlah, dimanapun anak lelaki terlihat lebih sedikit bergengsi (gitu!) terutama untuk kehamilan yang pertama, nah biasanya setelah kehamilan kedua, barulah sebenar-benarnya pasrah, di kasih putri ya syukur, laki-laki lagi ya tiada apa-apa, hahaha. Yup..begitulah salah satu keunikan dunia, walau ini tentu saja bukan pendapat seluruh penduduk, tapi setidaknya keinginan itu  ada semenjak zaman  duhulu kala. Yang kasihan  adalah para istri, biasanya ada sebuah penyesalan yang  dalam jika mendapati anak pertama ternyata berjenis kelamin putri, maka menjadi sebuah penyikapan jika  banyak pasangan suami istri bergegas  memeriksakan kandungannya ke dokter sekedar ingin mengetahui jenis kelamin anak lewat alat USG, katanya sih.. njagani supaya tidak kaget, heehehe, walau banyak juga kasus salah pengamatan dan perkiraan dokter (diduga perempuan ternyata laki-laki), weiits..!

“Eh..Jaturampe, ini sebenarnya apa sih yang akan kamu ceritakan?ada satpamlah, ada kehamilanlah, ada-ada saja kamu!”

Hehe…tenang kawan, ada hubungannya kok, sabar ya, hehehe. Begini, kemarin aku bertemu dengan seorang satpam di salah satu bank. Ia berwajah simpatik, cerah, pula mata sumringah. Dari raut mukanya  tersirat kedalaman kasih yang meruah. Dan benar saja, ia menghampiri kemudian menyapaku, lalu kami terlibat dalam pembicaraan yang seru, baik gunung dan langit biru, juga keberingasan orang yang membuat dan mengirim bom buku. Ia bahkan menasehatiku untuk selalu sholat, dan jangan melupakan  tahajud katanya. Di penghujung perjumpaan itu, ia menasehatiku begini..

” Dik, laki dan perempuan itu sama saja, malah bagusan jika yang pertama itu adalah anak perempuan, sebab kalau kita berubah jadi tua, percayalah, anak perempuanlah yang justru sabar merawat kita. Namun, andaikata engkau menginginkan seorang anak laki-laki dawamkan saja shalat hajat lalu mengajilah terutama QS. Yusuf. Dan apabila engkau menginginkan petunjuk untuk mengetahui jenis kelaminnya, rabalah perut istrimu,  bersamaan itu lantunkan surat Yusuf dan Surat Maryam, jika jabang bayi dalam perut kerap bergerak sewaktu engkau baca Surat Maryam, maka ia adalah perempuan, tetapi jika kandungan istrimu bergejolak ketika engkau membaca Surat Yusuf, biasanya itu bayi laki-laki. Engkau boleh percaya boleh juga tidak, tapi apapun namanya, kepercayaan memegang peranan utama di ini dunia , lha wong iman saja berarti percaya, ya to?”

Akupun pulang, dalam hatiku seperti ada ribuan benang yang ditenun. Ah..pak satpam, dibalik seragam dan kekakuan otot-ototmu, tersimpan pula percikan kasih untuk selalu berbagi, walau hanya sekedar kata, walau berupa doa.

salam darussalam

 


1 Komentar

  1. zangswara mengatakan:

    sip mas, cerita yang menggigit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s