Jaturampe

Beranda » musik » Lagu Anak-Anak Telah Mati Suri?Yo..Wis Ben!

Lagu Anak-Anak Telah Mati Suri?Yo..Wis Ben!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Anda ingat lagu ini? Pelangi pelangi alangkah indahmu, merah kuning hijau dan lain-lain, atau anda ingat tembang menthog-menthog tak kandani? Yup keduanya adalah jenis lagu anak-anak. Satu berasal dari tembang dolanan (lokal) Jawa sementara satunya lagi lagu yang sudah nasional dan sudah melegenda. Lagu anak-anak tersebut sering  menemani juga mengiringi perkembangan  anak, hingga tiada sadar sang anak akan menghujamkan memorinya terhadap nada-nada tersebut. Lalu bagaimana perkembangan musik sekarang? Huih, beragam! Mulai dari jenis rock, dangdut, melayu, pop sampai keroncong. Tapi bagaimana dengan pencipta lagu untuk anak? Hahaha…benar Bero, melompong seperti anjing nodong. Yang ada hanya kepompong yang tiba-tiba menjadi ulat tanpa melalui metaforfosis. Dueeeng!

Sempat tercatat ada beberapa karya anak bangsa (baru)  yang menciptakan nada dan lirik untuk anak-anak, tetapi ya itu, kemudian tenggelam, ambles tanpa sempat menghuni memori (tapi jangan sebut ini  lagu sejenis permen karet lho, hehehe).  Apakah ini salah sang pencipta lagu? salah produser? ataukah salah anak-anak? Hehehehe, hmmm..soal salah menyalahkan itu sudah jamak lumrah di negara ini, makanya di sini saya tidak mau masuk di bagian tersebut.

Weeitts….gelisah ini pernah juga ditangkap oleh beberapa stasiun Televisi lho!Buktinya menjadi seperti musim durian, maka berduyun duyun program-program di televisi menawarkan dagangannya  yang tentu saja berbanding lurus dengan animo masyarakat, lalu digelarlah acara demi acara, sambung menyambung menjadi satu, entah melalui ajang mencari bakat, ajang berani tampil atau ada pula ajang berani malu (biar jelek yang penting tampil). Tapi ya itu, paling satu dua tahun kemudian menjadi mandheg jegreg. Pemenangnya kembali masuk ke dunia asalnya, sedang lagu-lagu yang diciptakan oleh pengarang lagu tidak begitu membekas di hati anak-anak Indonesia.

Mereka lebih mengenal program acara tempat sang pujaannya menang, ketimbang menyimpan lagu karya pemenang lomba. Atau barangkali anak sekarang memang sudah cepat perkembangan hormannya, sehingga lebih menyukai lagu dewasa?hehehe? ataukah justru ini menandakan tidak berhasilnya sang pengarang lagu untuk masuk ke pikiran anak?

Pada gang di kampungku,  masih sering ku mendengar lagunya “Ibuk-ibuk, bapak – bapak kalau punya anak tolong bantu, kasihani aku, tolong kau carikan untukku kekasih hatiku…(hahaha, aku sendiri tidak hafal) tapi anehnya nyanyian tersebut sangat dikenal anak-anak, bahkan sudah hampir mendarah daging?Tidak percaya?Yo..wes!Yo..wes!Yo..wes!weeeeek…hehehe

Hmm…tiba-tiba  aku jadi kangen pada karya-karya  emasnya Ibu Soed dan Pak Kasur, sebab lewat tangan-tangan kasih dan kerja kerasnya,   beliau beliau berhasil mengantar anak-anak Indonesia untuk  menikmati masa anak yang sebenarnya, tanpa merasa dikarbit oleh lingkungan, tanpa merasa adanya tekanan/petuah yang menggurui (larut dalam bermanja, bermain dan belajar) kemudian tumbuh dan berkembang sesuai dengan proses perkembangan usianya.  Mungkin dibutuhkan seseorang atau beberapa pengarang lagu yang mempunyai kepedulian dan benar-benar mengetahui perkembangan jiwa dan mental anak yang banyak dibutuhkan negeri ini, namun sayangnya, negeri ini masih  terlalu asik dengan Gayus markus, century dan bom bunuh diri.

Salam darussalam,

 

Iklan

1 Komentar

  1. nobody berkata:

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Budionoh, Gayus, Robert, Susiloh, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, murnikan Tauhid & tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s