Jaturampe

Beranda » Agama » Kisah Malaikat Yang Lagi Berdemo!

Kisah Malaikat Yang Lagi Berdemo!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Ini adalah curhat teman saya kemarin sore, bro..

Berjuta tahun lalu, Mbahkung saya mengatakan, “Le thole, putuku kang manis kaya gendhis, goleka jeneng dhisik, mengko masalah jenang lah bakalan mara dhewe (cucuku yang manis, carilah nama dahulu, nanti jika namamu sudah dikenal banyak orang, jenang/makanan akan datang dengan sendirinya).” Waktu itu aku diam saja, seperti ada sejuta bogem mentah telak dialamatkan pada jantungku. Maklum saja, buat penganggur sepertiku ini, mendengarkan banyak petuah dari para sesepuh amatlah merangsang dan menumbuhkan semangat juang hidupku. Sejak itu, ku gerakkan seluruh daya hidupku, mencari dan mengabdi, kerja sosial, kerja bhakti dan kerja kuda lainnya. Pagi milik rakyat, siang milik manusia, malamnya juga tidak milik diriku sendiri. Urat-urat adalah gerak putar tanpa henti, jantung menjadi organ yang terbuat dari baja, merangkak ataupun berlari  selalu siap melayani, sama saja. Menari atau menangis tiada ada beda.

Lalu apa yang terjadi  tahun-tahun kemudian?

 

Aku tetap menjadi penganggur aktif, kalaupun kerja ya hanya..melayani manusia-manusia yang sejatinya tidak membutuhkan pelayanku, namun hanya sebentuk kesombongan mereka untuk tetap dilayani. Lalu jikalau malam mulai mengambang,  juragan-juragan itu menelungkupkan badan, sembunyi di bawah selangkangan istri-istrinya yang tak terhitung jumlahnya, dan anehnya, mereka masih tetap menyuruhku untuk menunggu di pinggiran kamar tidurnya, meski ia tahu segala aktifitasnya terekam dalam mata dan pikiranku. Yup, kerjaku pun hanya mencatat, menulis segala apa yang telah diperbuat, segala kuasa yang dilimpahkan telah disimpangkan dan dikerjakan untuk kesenangan semata. Engkau tahu? perbuatan baiknya hanya sedikit namun simak saja sifat-sifat ala nya, wuih…segebung bung, kertas ini  akan menjadi tumpukan buku jika ada penerbit yang ingin menerbitkan kisahnya. Tapi ya itu, isinya dari hari ke hari adalah tipuan, korupsi, kampretisme pula mainan hidup sehari-hari. Bahkan Dildo dan rupa-rupa toys sex adalah senjata yang tiada pernah lepas dari sakunya. Oh..andai saja Tuhanku mengadakan poling pendapat dan referendum, maka bergegas aku ingin mengacungkan jari dan berkata, ” Tuhan, cukuplah aku melayani manusia jenis ini, dan biarkan aku kembali ke habitatku, bersunyi dalam diam, termenung dalam renung bersamaMu.”

Dan kau tahu apa jawab Tuhan?

Beliau berkata, ” Kiraman Katibin, langit telah dipenuhi dengan malaikat yang membaca tasbih, maka kembalilah kalian berdua.” Atau baca kembali surat ini, ” Ada lima malaikat yang menyertai manusia yaitu: dua malaikat menjaga pada malam hari, dua malaikat menjaga pada siang hari, dan satu malaikat yang tidak pernah berpisah dengannya. Itu adalah kau. Dan sini, ini ada bonus ayat lagi,  “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang bergantian (menjaganya), dimuka dan dibelakangnya.” (Qs. Ar-Ra’d: 11).

Jadi, ini sudah harga mati!

Saat Tuhan berkata demikian, aku hanya terdiam. Segera saja kupatrikan pandangku pada kaki langit, berharap ada jalan untuk lari dari hal ini, namun sejauh mata memandang, yang ada hanya kasih sayang Tuhan untuk para manusia, dan celakanya seringkali manusia lupa akan itu kemurahan dan pula banyaknya hadiah-hadiah.

Saat temanku itu  curhat, dalam hati aku ngomong, wuih, ketika aku dulu berbuat maksiat, apa catatannya masih ada ya?Sudahkah catatan itu menjadi buku? Atau jangan jangan sudah berubah menjadi bom buku? Oh..Tuhan maafkan aku ya, hehehe…please deh..

Iklan

4 Komentar

  1. Zahra berkata:

    Semoga Allah mengampuni dosa2 kita.
    Amin

  2. Titi berkata:

    Ndak berupa catatan kok mas, tapi spt CCTV. semua ndak ada yg terlewat, soale aku dah pernah liat sendiri dosa dosa ku di CCTV tersebut. Dan aneh nya ada hal hal yg ku anggap biasa TERNYATA itu adalah dosa, dan ada hal yg kelihatan nya DOSA kok malah ora ono nang CCTV iku ( bonus di hilang ne kali yo hahahahaha ). Hanya setelah melihat hasil CCTV itu lah aku ( agak agak ) mawas diri, eling, waspodo. kok agak agak ? ya aku kan bukan Kanjeng Nabi. Dan ternyata setelah di selusuri lebih jauh itulah arti pengertian terdalam dari IMAN. Pengertian nya sampai ke : ” Di sebut beriman adalah ketika hendak berbuat sesuatu yg merugikan diri sendiri dan org lain / ciptaan Nya lalu nurani mencegah nya , itulah IMAN ). Mbiyen pengertian IMAN menurut ku bukan demikian. Kembali lagi, mergo wes liat CCTV ne kuwi hahahaha. MEDENI jan tenan.

    • jaturampe berkata:

      setelah di selusuri lebih jauh itulah arti pengertian terdalam dari IMAN. Pengertian nya sampai ke : ” Di sebut beriman adalah ketika hendak berbuat sesuatu yg merugikan diri sendiri dan org lain / ciptaan Nya lalu nurani mencegah nya , itulah IMAN

      hmm…nilai yang sangat dahsyat dari yang Mbak Titi ajarkan..ini merupakan bentuk kesimpulan dari pelaku kehidupan yang sangat kenyang merasai kebulatan hidup. kamsia mbak..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s