Jaturampe

Beranda » humor » Ketakutan Adalah Bom Yang Sesungguhnya!

Ketakutan Adalah Bom Yang Sesungguhnya!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Seperti yang diduga banyak orang, bom buku menjadi sebuah teror yang mencemaskan bagi rakyat kecil, masyarakat yang sebenarnya tidak tahu menahu motivasi sesungguhnya dibalik peristiwa bom buku (termasuk saya, hehehe). Dugaan demi dugaan tentang siapa  yang menjadi aktor intelektual masih menjadi tema penting di warung-warung kopi di dekat rumah. Mulai dari kemungkinan Islam garis keras, sekedar politik untuk menghalau isu-isu yang sedang hot atau juga oknum yang sedang bermain untuk melancarkan taktik di dalam meraih simpati, atau juga serangan psikologis dari pihak asing yang berusaha mengobok-obok stabilitas nasional, tapi apapun itu, semuanya hanya dugaan sementara dari penduduk kampung dalam menanggapi berita yang ada di televisi.

Seperti juga yang kecemasan yang terlihat dari sebagian penduduk di Jakarta, yang alasan untuk itu sesungguhnya tidak perlu (takut terhadap sebuah sepeda yang berisi alat-alat perbengkelan) hehehehe, apa ini tidak lucu namanya? Atau ketakutan terhadap tas yang tergeletak di tepi jalan, yang isinya hanya buku? Entah ini sebuah kesengajaan atau tidak, bom buku sesungguhnya telah berhasil bukan karena kedahsyatan hulu ledaknya tetapi justru keberhasilannya menciptakan rasa takut.

Dalam sebuah artikel Wikipedia mengatakan dengan jelas bahwa Teror atau terorisme tidak selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah puncak aksi kekerasan, terrorism is the apex of violence. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan. Terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasi dan sabotase umumnya langsung, sedangkan terorisme tidak. Korban tindakan Terorisme seringkali adalah orang yang tidak bersalah. Kaum teroris bermaksud ingin menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan. Tindakan teror tidaklah sama dengan sabotase, yang motifnya merusak benda-benda fisik.

Ada sebuah gurauan tidak masuk akal dari teman yang sedang ngopi bersama saya, yang ini sifatnya hanya bercanda, ia mengatakan bahwa negara Indonesia itu tempatnya para dukun, atau juga orang-orang yang sangat pandai dalam urusan klenik, mbok yao semua dukun-dukun itu bersatu padu kemudian mempraktekkan ilmu terawangnya atau ya… digunakan ngelmu puter gilingnya sehingga para peneror tersebut akan diketahui oleh pihak berwajib, atau juga tiba-tiba tanpa sadar menuju dan kemudian menyerahkan diri di kantor polisi. Hehehehehe..semua ini hanya sebuah gurauan dari rakyat jelata, maklumlah bosen juga mendengarkan berita, baik televisi maupun radio, yang isinya hanya itu-itu saja atau tentang  adanya derita  di negara tercinta ini, mbaokyao berisi warta tentang keberhasilan putra negri yang berhasil memecahkan rekor kek atau mencipta sebuah teknologi baru yang bermanfaat bagi seluruh penduduk kek, hehhee, tapi rasanya saya harus kembali bersabar menunggunya, ya..mungkin 20 atau 30 tahun lagi ya?hehehe.


4 Komentar

  1. zee mengatakan:

    Huehehehe…
    Nah itu dia, kita kan sering percaya bahwa dukun bisa melegalkan semuanya. Apapun dia bisa buat. Tapi menyuruh teroris menyerahkan diri ternyata belum bisa ya… :)

    • jaturampe mengatakan:

      hehehehe, itulah obrolan dari warung pojok di kampungku mbak Zee, obrolan yang tercipta dari para buruh dan para petani gurem..hehhehee.
      terimkasih kunjungannya nggih mbak, hehehee

  2. Titi mengatakan:

    Sebenarnya kata yg tepat utk hal di atas adalah BOMBER. Karena pengebom. Kalau teroris kan bisa aja saya sms mas Budi puluhan atau ratusan kali kan jenenge dadi teror tho ? yang meneror aku ya aku teroris. kan gitu bahasanya.
    Kalau saya sih jujur sudah santai dan adem ayem dengan hal hal demikian di negri ini, BUKAN karena TIDAK peduli, ndak. Peduli. Pasrah ? mungkin mergo wes weruh jalane harus demikian dulu yo wes mau di apain. Siklus hidup. Ibarat e mau bangun rumah besar bertingkat, ya tentu harus di robohkan dulu bangunan lama nya, pondasi di perkuat, baru nanti di bangun tinggi. Kalu di perbaiki sekarang, tambal sulam namanya, trus pondasi bangunan lama ga akan kuat utk menyangga bangunan yang di rencanakan. So ? yo wes siapa yang harus jadi anggota nya ini ? mas Budi sing mimpin merobohkan hahahahaha aku sing nulis skenario hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s