Jaturampe

Beranda » Jawa » Negari Ini Butuh Banyak Peneliti, Lik!

Negari Ini Butuh Banyak Peneliti, Lik!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Benar saja, sesungguhnya masih ada begitu banyak kebingungan  menghadapi  banyaknya penelitian yang baru-baru ini terjadi. Bermula dari hasil penelitian Profesor Aryso Santos yang mengatakan bahwa Indonesia adalah Benua Atlantis, setelah beliau mengadakan penelitian selama 30 tahun, sungguh ini menunjukkan sebuah penelitian yang membutuhkan waktu yang tidak pendek  sehingga tidak mungkin hasil temuannya tidak asal njeplak saja. Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Dikelilingi oleh banyak gunung berapi (kalungan wesi – hasil terawangan Jayabaya)

Mengesampingkan kenyataan bahwa sampai hari inipun Atlantis (tambah Lemuaria) merupakan kajian yang masih menyimpan teka-teki, apakah benua ini dahulunya ada, ataukah hanya bualan dari para Filsuf (terutama Plato), paranormal dan juga pengamat dunia lama, tetapi isu ini merupakan kajian yang harusnya disikapi dengan gegap gempita dan semangat 45, mengingat dan menimbang sampai hari inipun negara Indonesia masih kurang peduli terhadap sejarahnya sendiri, hehehehe.

Maka tidaklah  aneh, dahulu sewaktu jaturampe sekolah, Islam pertama adalah Samudra Pasai, namun seiring dengan adanya penelitian-penelitian baru maka baru diketahui sekarang bahwa kerajaan Islam pertama di Indonesia  adalah Kerajaan Perlak, dan tidak menutup kemungkinan kerajaan Hindu pertama bukanlah Kerajaan Kutai (hmm..ada yang mengatakan Kerajaan Kandis, to?), wah..dari balik tumpukan tanah, gunung dan laut, negari ini merupakan kenyataan sejarah yang masih belum diketahui secara pasti.

Mungkin petunjuk, dengan beragamnya kosakata, bahasa, dan adat-istiadat yang ada, cukup melegalkan bahwa Indonesia adalah salah satu peradaban yang kuno, meskipun hal tersebut masih berupa tantangan yang harusnya dijawab dengan adanya sebuah penelitian yang bersifat besar-besaran dan dukungan dana yang tidak sedikit, hanya sayangnya, para pemuda di negara ini masih asyik untuk sekolah di bidang ekonomi lah, bahasa Inggris lah (hahaha, meskipun ada ungkapan bahwa ” sehebat apapun belajarnya, tetap saja masih kalah pemikirannya tentang ekonomi dengan dunia barat, lha wong mereka belajar kapitalis sejak lama, je) hahahahaha. Itupun masih bagus, yang lebih menyakitkan lagi, banyak pemuda dinegari ini hanya asyik dengan hahahihi dalam teknologi namun miskin pengetahuan tentang keadaan sekitar. Mungkin akan lebih mengasyikkan jika banyak pemuda yang kuliah di jurusan arkeologi maupun jurusan sejarah (dan ini didukung besar-besaran oleh pemerintah, dengan dibukanya beasiswa gratis tis tis) sehingga para lulusannya berupaya untuk mengadakan banyak penelitian dan akhirnya berhasil menguak kenyataan bahwa Bangsa ini adalah bangsa yang sangat dikagumi, dihormati sejak awal peradaban, bukan bangsa yang hanya dikenal karena para koruptor dan cukong cukong penghisap alamnya saja.

Iklan

1 Komentar

  1. Titi berkata:

    Tahukah kenapa saya ” diam atau irit mengungkap & adem ” serta melulu hanya bicara semua memiliki siklus, demikian pun dengan keadaan di negri ini. Karena ketika mata sudah melihat , maka yang ada hanyalah ” senyum ” dan menikmati , karena memang siklus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s