Jaturampe

Beranda » opini » Bahkan Untuk Bercita-citapun Tidak Boleh!

Bahkan Untuk Bercita-citapun Tidak Boleh!

Follow Jaturampe on WordPress.com

“Ah, rasanya baru kemarin..matahari menyorotkan sinarnya hingga sekujur badanku menjadi legam. Ah rasanya baru kemarin, asyiknya diri bermain bersama kalian, menyelam kubangan air, dari bekas tanah yang dikeruk untuk pembuatan batu bata. Rasanya baru selasa kemarin ya, sibuknya kita mengejak puluhan capung, layang-layang putus, terseok-seok hingga terkadang jatuh dan lutut berdarah (dalam hati-walau sekarang berubah bangga, sebab istri sering berkata dari luka-luka itu terlihat lebih nglanangi, hehehe)” candaku pada kerumunan teman-teman SD dulu.

“Kalau urusan bandel, mengejar layang-layang dan bermain petak umpet kamu memang jagonya, Bud!” Kata Nila –istri Anto-sembari nyengir mirip kuda poni.
“Iya benar, apalagi kalau urusan ngeyel, wuih..guru-guru sampai malas menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, tapi kalau urusan olahraga..hahaha…tiada mampu dia, bahkan untuk sekedar menendang bola menuju gawang…tuiiinggg…letoooyyy” sela Anto yang dari dulu langgeng berpotongan bros plontosss.
Akupun pura-pura diam dipuji sekaligus dicaci, sembari menikmati pengalaman hidup puluhan tahunan yang lalu. lamunan masa yang selama ini jarang kubayangkan kembali. Ya..masa yang teramat indah. Masa dimana buaian cita dan cerita membulat penuh, bahkan ditambah pula semangat liar untuk mengejarnya. Jelas kuingat cita-citaku dulu ingin menjadi seorang tentara, yang sayangnya tak terlaksana, begitu melihat latihan-latihan rutin seorang prajurit, diri menjadi mengkeret (mungkin dulunya terlalu banyak membaca novel cengeng kali ya..?haha)

“Oh..ya, Nto..apa cita-cita anakmu, bukan ia sudah tumbuh remaja sekarang? Apakah cita-citanya sama dengan keinginanmu dulu, yakni menjadi seorang pengusaha? Kataku membuyarkan lamunannya
“Entahlah, Bud..sekarang ini dia malah berubah arahnya. Mangkel aku, lha bagaimana tidak gonduk, sekarang dia ingin menjadi pemain sepakbola coba, kamukan tahu sendiri bagaimana kondisi dari pemain sepakbola itu mengenai masa depannya,” Kata Anto sedikit malas membicarakannya.
“Hei, bukankah sekarang ini pemain sepakbola bayarannya tinggi Nto, rumah dan mobil sangat mewah bahkan gaya hidupnya berkelas juga ?apakah ini tak membuatmu ngiler?” kataku menukasnya
“Halah, itukan ukuran untuk pemain sepakbola yang ada di luar negeri, dan itupun juga karena dikontrak oleh klub klub ternama, kalau di sini, sepakbola hanya menjadi lipstik untuk rakyat, Bud..jadi sekedar hias perias saat harga-harga melambung, yah..karena para pejabat tiada mampu menurunkan tingginya harga barang, maka olahraga jadi pelariannya. Ini seperti rakyat Roma membuat gelanggang untuk para gladiator to?jadi, sepak bola belumlah digarap secara profesional, apalagi untuk mengurusi sekolah persepakbolaan, aku yakin swastalah yang lebih giat menyelenggarakannya. Tapi ya itu…paling-paling masa hebatnya hanya 5 atau 10 tahun, itupun jika ada pengurus yang benar benar semangat untuk menanganinya” kata Anto yang berubah menjadi gumpalan bola api.

“Hehehe, oh ya?entahlah Nto, aku sih tidak tahu persis masalah persepakbolaan nasional kita, lha wong untuk menendang bola saja aku tidak kuat, lagian akukan hanya membela cita-cita Anggi, anakmu, jika memang di suatu hari ia menemui kenyataan hidup seperti yang kau rasakan, pastilah Anggie merubah cita-citanya itu. Tapi tidaklah bijak, jika cara pandang dewasa kita melampaui cara pandang dia untuk saat ini. Barangkali saja, cita-cita itu hanya imbas dari semangat persepakbolaan nasional yang sedang menggebu. Pun seandainya tidak, ya kita harus mengikutinya dari belakang khan? Contoh singkatnya aku, Nto..dulu pingin jadi tentara, eh sekarang malah menjadi musisi, hehehehe” kataku sambil tertawa.

“Alah kalau kamu sih, dari dulu que sera sera..apa yang terjadi biarkan terjadi, tapi itu tidak boleh terjadi pada anakku, dia harus jadi seperti diriku!” seru Anto dengan mata sedikit mendelik

lalu lumerku timah dipanggang api
dan berucap, “Selamat Hari Anak!Nak.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s