Jaturampe

Beranda » opini » SMA 6 Bangga Memukuli Wartawan Karena Diajari Gurunya

SMA 6 Bangga Memukuli Wartawan Karena Diajari Gurunya

Follow Jaturampe on WordPress.com

Ada sebuah pepatah lama yang masih asyik dan enak didengar untuk jaman sekarang ini, pepatah itu kurang lebih berbunyi “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Ya..sebuah ungkapan yang menggambarkan perbuatan siswa yang akan meniru kelakuan dari guru-gurunya, bahkan (terkadang) bisa melebihinya. Tapi benarkah siswa akan mencontoh kelakuan guru-gurunya?
Hari Senin, 19 September 2011 di SMA 6 Jakarta, terjadi kasus pengeroyokan atas diri wartawan Kompas serta para fotografer dari media-media lain yang dilakukan oleh siswa SMA 6 Jakarta tersebut, apakah hal itu mengindikasi penyontohan sikap siswa dari kelakuan para gurunya?Masak ada seorang guru yang tega mengajarkan kekerasan? atau masak sih..terjadi pembiaran?dan rasa-rasanya hal itu tidaklah mungkin…ya to? atau jangan-jangan memang iya? bahwa Guru-guru di SMA 6 Jakarta suka berantem?hehehehe….

Tapi siapakah sesunguhnya guru itu? banyak referensi yang mengatakan bahwa guru adalah pengajar suatu ilmu, mendidik sehingga siswa akan berperilaku dan budi pekerti yang baik, bahkan terkadang guru dianggap sebagai seseorang yang “suci” jauh dari salah dan dosa. Dari makna ini, maka siapapun orang yang mengajarkan ilmu, nilai, budi pekerti atau sesuatu hal baru bisa juga disebut guru.

Nah, kembali lagi ke topik pengeroyokan siswa terhadap wartawan, jangan-jangan keberingasan dan kebrutalan dari segenap siswa SMA itu menyonto dari keadaan lingkungan mereka sendiri. Bukankah sekarang (kalau mau jujur nih) banyak tayangan televisi yang mengabarkan kesadisan, entah di dalam negeri maupun luar negeri. Bukankah sekarang ini, ada semacam budaya baru di dalam masyarakat/sebagian penduduk yakni mudah marah, lihat saja kasus ciukesik, Ahmadiyah, Ambon, Papua dan daerah (pernah) konflik lainnya? jangan-jangan peristiwa inilah yang menjadi “Guru” bagi siswa SMA itu. Atau jangan-jangan pembiaran dan kekurangtegasan aparat menjadi sumbu plus bensin bagi jiwa-jiwa muda mereka.

Sekali lagi…
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Dan celakanya(budaya baru) mudah marah dan enggan musyawarah menjadi guru-guru “Hitam” bagi pelajar SMA itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s