Jaturampe

Beranda » 2012 » Agustus

Monthly Archives: Agustus 2012

Ujung Ruang Masih Gelap, Nak!

lorong panjang sebuah ruang
kanan kiri hanyalah bayang
anyir bahu bau
singgah di hidungku
sungguh
kita: manusia tak pernah lepas dari
tembaga lembaga
alumunium kekanakan
dan
macam bebatuan

lorong panjang sebuah ruang
kanan kiri hanyalah bayang
kedirian belum sempurna
karena
kemelaratan hati
lebih menakutkan daripada neraka

Iklan

Korek Abdi Api


Meski jejer bersentuhan
perjalanan
Nantinya sendiri
Meski awalan gamang
Berganti ruang

Gesekan takut & harap
Berujung nyala
Atau
mati abadi: kekakuan

dalam kotak nir gerak

Tembang Jawa untuk Si Pengung!

Pasti pernah mendengar lagu ini, Lik? Sekar Pangkur laras pelog pathet nem itu lho! Tembang yang nikmat ketika didendangkan pelan dan penjiwaan khusyuk. Hmm..lupa ya? Heleh!hehehe…baik, begini syairnya, Lik!

Si Pengung nora nglegawa,
Sang sayarda denira cacariwis,
ngandhar-andhar angendukur,
kandhane nora kaprah,
saya elok alangka longkangipun,
si wasis waskitha ngalah,
ngalingi marang sipingging

Ya.. lantunan itu senantiasa akrab diperdengar dan diajarkan di Sekolah era 1990. Sebuah tembang yang berisikan petuah untuk selalu rendah hati, dengan maksud agar manusia senantiasa merasa mawas diri, andhap asor, pula pemaaf, hehehe.. Terjemahan bebasnya kira-kira begini Lik..

Si Pengung nora nglegawa

Inilah perilaku orang pandir! senantiasa suka terhadap segala macam puji dan sanjungan (bahasa nggambusnya kira-kira, -akal dan jiwanya kan bertambah gemuk jika sehari dapat nggedebus ondhe-ondhe -hehehe)tiada merasa akan kesalahannya

Sang sayarda denira cacariwis

lantas pada segala arah mengakulah Ia sebagai ‘rang cerdas, baik cerdas jiwanya maupun cerdas rasa (men sana In kompore mesakna) Whoi..lihat, lihatlah diriku ini, orang yang sangat saujana! Se-kota, Indonesia bahkan se-dunia (dunia bul-bul kaleee!)tataplah, whoi..segala masalah kan kupecah, agama, ekonomi, sosial, budaya bahkan politik!

ngandhar-andhar angendukur

berangan-angan mencapai awan, muluk-muluk layaknya ndara muluk, setinggi langit emoh langit-langit. Apabila imbas novelnya Andrea Hirata,wedeh…backround musik masuk Lik! (bayangkan saja ya!) mimpi adalah..deelel, deelel… deelel, deelel…

kandhane nora kaprah + saya elok alangka longkangipun

yup, semula kata terlihat seksi new delhi namun mendadak dua babak tiada nalar lageee, hedeh Lik! kempot!
jeruk adalah buah yang mengandung banyak vitamin c karena apa? Karena jeruk masih keturunan kera, hehhe (contomu ora pas, blas Jaturampe! hehehe, yo ben!)

si wasis waskitha ngalah

lha ini, banyak kaum cerdas hanya diam dan membisu saja, tak mau meladeni tingkah polah Sang Pengung kuwi, milih ndelik, menghindar jauh dari sumber keramaian. Ciluuup? Ba..! Ciluuup? Ba..! waduh, Aku emoh ngurusi cah gemblung! Ora ayo diurusi! Emoh! Gelem! Emoh! Urusi! Ciluuup? Ba..! Ciluuup? Hasyemmm tenan ah..prek!

ngalingi marang sipingging

akhirnya, biar bagaimanapun Jawa adalah pemakluman, bahwa biar bagaimanapun harmoni itu perlu, keselarasanlah yang utama. Dan biarlah sketsa tak jelas itu masih ada. Toh, gambar yang bagus pun berawal dari garis yang biasanya saling melintang, kontra namun ambil esensi, bukan kontra tambah sepsi! Heleh, njarno wae..wis! mengko jawane ra metu dhewe!kuwi telek kucinge pendhem nang lemah!horog..horoh..