Jaturampe

Beranda » humor » Tembang Jawa untuk Si Pengung!

Tembang Jawa untuk Si Pengung!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Pasti pernah mendengar lagu ini, Lik? Sekar Pangkur laras pelog pathet nem itu lho! Tembang yang nikmat ketika didendangkan pelan dan penjiwaan khusyuk. Hmm..lupa ya? Heleh!hehehe…baik, begini syairnya, Lik!

Si Pengung nora nglegawa,
Sang sayarda denira cacariwis,
ngandhar-andhar angendukur,
kandhane nora kaprah,
saya elok alangka longkangipun,
si wasis waskitha ngalah,
ngalingi marang sipingging

Ya.. lantunan itu senantiasa akrab diperdengar dan diajarkan di Sekolah era 1990. Sebuah tembang yang berisikan petuah untuk selalu rendah hati, dengan maksud agar manusia senantiasa merasa mawas diri, andhap asor, pula pemaaf, hehehe.. Terjemahan bebasnya kira-kira begini Lik..

Si Pengung nora nglegawa

Inilah perilaku orang pandir! senantiasa suka terhadap segala macam puji dan sanjungan (bahasa nggambusnya kira-kira, -akal dan jiwanya kan bertambah gemuk jika sehari dapat nggedebus ondhe-ondhe -hehehe)tiada merasa akan kesalahannya

Sang sayarda denira cacariwis

lantas pada segala arah mengakulah Ia sebagai ‘rang cerdas, baik cerdas jiwanya maupun cerdas rasa (men sana In kompore mesakna) Whoi..lihat, lihatlah diriku ini, orang yang sangat saujana! Se-kota, Indonesia bahkan se-dunia (dunia bul-bul kaleee!)tataplah, whoi..segala masalah kan kupecah, agama, ekonomi, sosial, budaya bahkan politik!

ngandhar-andhar angendukur

berangan-angan mencapai awan, muluk-muluk layaknya ndara muluk, setinggi langit emoh langit-langit. Apabila imbas novelnya Andrea Hirata,wedeh…backround musik masuk Lik! (bayangkan saja ya!) mimpi adalah..deelel, deelel… deelel, deelel…

kandhane nora kaprah + saya elok alangka longkangipun

yup, semula kata terlihat seksi new delhi namun mendadak dua babak tiada nalar lageee, hedeh Lik! kempot!
jeruk adalah buah yang mengandung banyak vitamin c karena apa? Karena jeruk masih keturunan kera, hehhe (contomu ora pas, blas Jaturampe! hehehe, yo ben!)

si wasis waskitha ngalah

lha ini, banyak kaum cerdas hanya diam dan membisu saja, tak mau meladeni tingkah polah Sang Pengung kuwi, milih ndelik, menghindar jauh dari sumber keramaian. Ciluuup? Ba..! Ciluuup? Ba..! waduh, Aku emoh ngurusi cah gemblung! Ora ayo diurusi! Emoh! Gelem! Emoh! Urusi! Ciluuup? Ba..! Ciluuup? Hasyemmm tenan ah..prek!

ngalingi marang sipingging

akhirnya, biar bagaimanapun Jawa adalah pemakluman, bahwa biar bagaimanapun harmoni itu perlu, keselarasanlah yang utama. Dan biarlah sketsa tak jelas itu masih ada. Toh, gambar yang bagus pun berawal dari garis yang biasanya saling melintang, kontra namun ambil esensi, bukan kontra tambah sepsi! Heleh, njarno wae..wis! mengko jawane ra metu dhewe!kuwi telek kucinge pendhem nang lemah!horog..horoh..


6 Komentar

  1. yisha mengatakan:

    wah wah wah………..

  2. irawan76 mengatakan:

    astaga dragon! keren banget masbero!

  3. lekardhi mengatakan:

    wes dijarke wae lek wong kaya mengkono hahaha, ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s