Jaturampe

Beranda » 2012 » Desember

Monthly Archives: Desember 2012

Warsimin (muda) VS Mbah Paidi (tua)

“Mlakumu kuwi kudu alon, Le! Heem..jangan pernah kau dahului para pemimpin di atasmu, apalagi menolak perintah mereka. Hem..wajar lho, Lhe.. nom-noman itu kan biasanya hanya jadi ajang untuk kongkon-kongkonan, jadi apa kuwi…ee…kuwi lho sak ngisore asu, alah apa to? Underdog ya.. underdog, hahha.., kuwi rak saka tetembungan under kang artine ngisor, lan dog kang luwih ngemu surasa asu, to?

Kupandangi benar wajah keriput di hadapanku ini. Hmm..umur yang bukan muda lagi. Mbah Paidi..atau biasa disebut Mbah Ceret, barangkali sebab dulunya sebagai seorang pejabat -nyambi dagang ceret atau barangkali juga suatu waktu ngising mancur tiba-tiba. Namun, begitulah warga di kampung memanggilnya. Mbah Ceret.

“Tapi..Mbah?” sanggahku
“Tapi apa, Lhe?hem…kowe ora nrimakake umurmu kang lagi sak umur jagung? Hem..delengen, paling jagung nang njero katokmu lagi metu pirang rambut? Apa ora nrimakake sebutan ngisore asu kuwi, hem!”
Kali ini wajahnya itu dipertegas dengan senyum nyeleret menuju ke atas. Angkuh. Rambutnya ¾ berwarna memutih. Sombong. Kumis bersih, entah dicukur kapan. Tidak tampan. Sabar…sabar!

“Begini, lho Mbah!”
“Yo..cepet wae olehmu ngomong, selak gringgingen aku!”

“Begini Mbah, sesungguhnya saya ini tidak membutuhkan petuah saking jenengan. Sepisan: Mambu! Ke-2, pimpinan itu akan saya dihargai oleh sebab cara memimpin anak buahnya bukan semata jabatan dan kuasanya. Lagian, jika pengambilan keputusannya bungsut, piye jal? Yang ke-3, ini berlaku untuk generasi tua, bahwa Ia akan kuhormati jika tahu akan kesepuhannya. Betul, jika kaum muda itu serupa jagung, maka generasi tua berarti juga jagung yang sudah tua to? Jika kaum muda itu underdog maka generasi seniornya berarti dog itu sendiri kan? Seperti kita tahu dog itu artinya asu, Mbah. Nah, karena sampeyan sudah tua, berarti sampeyan itu asu!” hehehe…

“Asu tenan, kowe Lhe!”

Aurrrgggg… guk, guk…

——————————–
Jawa lagi tidak meruah cinta

Iklan