Jaturampe

Beranda » prosa » Naskah Drama Panci 2

Naskah Drama Panci 2

Follow Jaturampe on WordPress.com

Sambungan: Naskah Drama Panci 1

Tuan Haji     : Hahaha, aduh…aduh, kasihan!

Warga 4       : Oh.. apakah yang engkau tertawakan, Tuan? ketidaktahuan                                  kami ataukah kekurangkontrolan wanita tadi?

Tuan Haji     : Ohohohh….tidak Lik, Kang, tidak! Haha…tapi, eugh

Warga 2       : Kalau tidak, lantas apa yang engkau tertawakan?

Tuan Haji     : Aku menertawakan sebuah harapan yang membumbung                                         kemudian gedabruk..agh, kasihan!

Warga 2       : Apa saranmu, Tuan!

Tuan Haji     : Dalam Hadits riwayat Bukhari, Nabi mengatakan, “Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya” maka dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan seseorang yang benar-benar jos untuk memimpin!

Warga          :  O! (KOOR PANJANG)

Warga 1    : Coba, tunjukkan! Barangkali kekhusukanmu mampu mendengar suara-suara langit! Atau barangkali doamu mampu menurunkan orang pilihan untuk desa ini.

TUAN HAJI MULAI BERDEHEM, BAJU KOKONYA PERLAHAN MULAI DIKIPAT-KIPATKAN. KEMUDIAN IA MEMAKAI WEWANGIAN.

Warga 2       : Hem, bau wangi apa ini?!

Warga 1       : Ya akupun menciumnya,Kang!

Tuan Haji     : Ini wangi misyik asli! dulu aku membelinya sewaktu pergi haji sepuluh tahun yang lalu! (PAMER)

Warga 1       : Benarkah Tuan? Oh ya, lalu, bagaimana ciri pemimpin yang juos, Tuan?

TUAN ULAMA ITU MEMBERIKAN CIRI-CIRI SESUAI DIRINYA BAHKAN SAMPAI WARNA PAKAIANNYA, SEMENTARA WAGA MULAI MENYIMAK DAN MANGGUT-MANGGUT.

Tuan Haji     : Menurut kitab Herr van Gemblong, kedatangan pemimpin itu ditandai baju serba putih, bau mizik, dan sudah bergelar haji!

                        (MENYEBUT GELAR HAJI DENGAN  PENUH KESOMBONGAN)

Warga 2       : Tuan sudah haji?

Tuan Haji     : Oia, bahkan haji produk lama. Kamu tahu, betapa susahnya orang yang pingin naik haji? Pesan sekarang, berangkat belasan tahun mendatang. Lha apa ini tidak lucu? Hahaha..Aku menyebut ini haji indent! Yah, Tak ubahnya pesen motor model terbaru, haha

Warga 1       : (IA MULAI MENYADARI KEMIRIPAN DARI TOKOH YANG DIOMONGKAN OLEH ULAMA TERSEBUT) Oohh, ciri-ciri itu kok mirip dengan ciri dari Tuan  Ha….el

TIBA-TIBA HADIR SUARA MEMEKAKKAN TELINGA, ENTAH DARIMANA DATANGNYA BUNYI TETABUHAN TERDENGAR, TUAN ULAMA YANG SEMULA SENANG MENGHELA NAPAS KEMBALI. RUPANYA IA MENCEMBURUI KEDATANGAN SUARA MISTERIUS TERSEBUT.

Bersambung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s