Jaturampe

Beranda » Kesenian » Naskah Drama Panci 3

Naskah Drama Panci 3

Follow Jaturampe on WordPress.com

Sambungan: Naskah Drama Panci 2

Penjual Panci  : Panci-panci, panci-panci, panci-panci, panci-panci,

Warga 3            : Bajiluk, telebisying, Hah! jualan panci kok suaranya blag-gedebug, blag-gedebug. Edan! Ngageti wae.!

Penjual Panci  : Mbutgawe…mbutgawe, ayo Kang, mari! (BERJALAN KE LUAR PANGUNG)

KOOR                : Woo, bandhem mesisan!

Tuan Ulama  : (BERDEHEM)

                      Sudah..sudah! Oh ya, Aku tadi mendengar seseorang yang mulai paham, Hmm..kalau tak salah kau, ya..kowe, coba lanjutkan apa yang hendak kau katakan!

Warga 1           : Oh..hehe, tadi apa ya yang pingin tak omongke?

Tuan Ulama  : (KESAL)

                               Cepat katakan saja!

Warga 1       :  Ahh, Aku ingat. Jadi begini, sesuai dengan ciri yang Tuan ini sebutkan, sesungguhnya…

TUAN HAJI ITU SEAKAN TIDAK SABAR, DENGAN GESTURE DAN LANGKAH-LANGKAH YANG SENGAJA DIBUAT-BUAT, IA BERBICARA

Tuan Ulama  :  Oalah Kesuwen! Para Kadang, kali ini tausyiah saya, bukanlah mengenai iman ataupun takwa, melainkan cara mencari sosok pemimpin? Benar, di kampung ini banyak pemikir tapi seperti nyambi tukang parkir. Dan keberadaannya, Tak lain hanya kerakusan! Lalu, di mana pemimpin yang amanah? Siapakah sosok itu

WARGA 1 MULAI MENUNJUK-TUNJUK TUAN ULAMA, HAMPIR BERSAMAAN SAAT ITU TERDENGAR SUARA SAPI-SAPI YANG SEDANG MELINTAS. ULAMA MENJADI BERNAFSU, IA MULAI KEHILANGAN PIKIRNYA. TATAPANNYA SEMATA-MATA MENCARI-CARI ARAH KEMUNCULAN SAPI. KEBINGUNGAN. IA BERNAFSU, BAHKAN TINGGI SEKALI. LALU IA BERLARI MENDEKATI SAPI-SAPI.

Warga bersama: Ada apa, Tuan?

Tuan Haji     : Sapi, Bro!

Koor               : Sapi? A.A.D.C…. Ada Apa Dengan Capi?

Tuan Ulama  : Ah, ndesa!, coba lihat! tinggi sapi-sapi itu kurang lebih 130 cm dan tubuhnya, aih..aih..puenuuh dengan daging. Aku menaksir, berat sapi itu lebih dari 550 Kg. Kau tahu, berapa rupiahkah yang akan kudapat? Hemm..dengan sedikit rayuan dan trik yang bombastik, peternak itu kan menjual sapi-sapimya dengan harga murah.Lalu, aku merawatnya hingga menjelang bada Besar…dan booom, harga kan melambung, Aku banyak untung!

Warga 3       :  Wah..wah…wah, ternyata Haji zaman sekarang urusannya tidak hanya (MEMAINKAN GERAK JARI DZIKIR) melainkan hemm (MEMAINKAN GERAK JARI UANG)

Warga 1       : Tapi, cocik lho Kang, kalau Tuan Haji jadi pemimpin. Lihat! Kebak ngelmu syar’I, ganteng dan kaya! Lha ini akan meminimalkan virus korupsi to, Kang! Oh iya, …haji lagi!

Warga 4       : Hei..hei..hei, virus korupsi itu tidak mengenal pangkat dan jabatan. Ia bisa menyerag siapa saja. Laki-laki-perempuan, kaya ataupun miskin. Jika ia sudah masuk ke tubuh kita…(MENATA POSISI TUBUH) bisa dari arah kanan atau bisa juga dari arah kiri, kemudian perlahan-lahan virus itupun akan memangsa pikir kita. Lalu nurani kita akhirnya menyerah dan bilang, “Oh Aku tak berdaya..”

Warga 1       : Dia itu sudah haji, lho, anak muda! Amati saja muka dan gerak tingkahnya. Aku rasa Taun Haji ini layak!

Warga 5       : (MENDEKAT DAN MENGAMATI)

                           hmmm…muka Tuan Haji manis..dari arah samping kanan :lumayan, (TUAN HAJI PUN BERGERAK SESUAI DENGAN PEMBICARAAN WP 2) sedangkan dari arah samping kiri: ehmm…

Tuan Haji     : (BANGGA)

                      Pas dan puas, to? Jadi sekali lagi, serahkanlah semua urusan itu Pa..da..ah..li.nya! sudah, aku akan memburu pemilik sapi itu. Engkau boleh ikut

                      (MENGAJAK WARGA 1 SAMBIL MENEPUK BAHU)

                    Oh ya, Aku akan memberi sedikit persen untuk siapa saja yang ikut denganku?!

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s