Jaturampe

Beranda » filsafat » Soekarno: Tarian Abadi!

Soekarno: Tarian Abadi!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Soekarno

Membaca Soekarno, tidak ubah jika kita memandang sebuah berlian. Tiap sisi dari pribadi Beliau selalu memancar sinar yang menarik untuk dibincangkan, dan diteladani. Terlepas dari logam penyangga dalam hal ini bisa diartikan wanita-wanita yang mengelilinginya.
Mendengar Soekarno, tak ubahnya mendengar alun bermacam lagu. Antara tembang macapat, campur dangdut, rockin’ roll, blues, jazz, maupun gerak nada tiba-tiba tarian padang pasirnya. Terlepas dari nada mlethik delapan naskah tonil karya Beliau yang berjudul Rendo, Jula Gubi, KutKuthi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dijnamiet, dan Dr. Syaitan yang sekarang raib entah kemana..

Meraba Soekarno, tak ubahnya kita akan menemu bermacam kekaguman warga-warga asing yang begitu takzim terhadapnya. Betapa seorang Kruschev pun, tampak menyalami Bung Karno dengan merunduk, Che Guavara memandang segan, atau bahkan Fidel Castro yang terlihat menyimak setiap ujung dan akhiran kata Bung Karno. Terlepas dari absurdnya orisinalitas Pancasila ciptaan Si Bung, yang dalam beberapa dasawarsa ini terasa disamarkan, antara gurat ide Moh Yamin, ataupun Profesor Soepomo

Melihat Si Bung berdiri adalah sebuah sinar, Dimana setiap titik pijak dan titip langkahnya adalah sebuah fajar mentarii sedang memancar. Berdikari, emoh goyah untuk sebuah alasan kemandiriannya. Sekalipun tuduhan “Megalomania” dilontarkan pihak yang tak suka. Terlepas betapa samarnya, antara Nasionalis, Agama maupun bahkan Komunis.

Membicarakan Si Bung bicara, akan ada gema jutaan frekuensi swaranya yang terus berputar dan beredar, ” Go to hell with your aid, Jasmerah, ataupun beri aku sepuluh pemuda.” Terlepas dari tema pembicaraan kita yang masih saja berkutat tentang si A yang korupsi, Si B yang juga korupsi, x hingga z yang terus-terusan beredar dan diedarkan, ya..asyik-masyuk untuk kita bincangkan.

Lupa pada suara-suara si Bung yang masih sangat jelas

“Kita, harus mandiri!”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s