Jaturampe

Beranda » 2014 » Mei

Monthly Archives: Mei 2014

Hanacaraka?Apus-apus lan Ngayawara!

peta-jawa-dwipa

“Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta sa Wa La, Pa Dha Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga! Nah, itulah huruf-huruf Jawa yang dibawa oleh Aji Saka dari tanah India, Le lan Nduk” Kata Pak Gambul pada seluruh keponakannya…

“Lalu, apa arti dari huruf-huruf itu, Pakdhe?” Tanya Si Marno yang setia nglesot di lantai

“Ehm, ya..panjang itu, Le! jadi dahulu itu ada seorang Taruna bernama Aji Saka. Ia tinggal di pulau Majethi bersama dua orang abdi setianya bernama Dora dan Sembada. Abdi-abdi ini sangat sakti lho, bahkan pemain band, hehehe

Satu saat Sang Tuan ingin pergi dari pulau Majethi, sekedar klinong-klinong melemaskan kaki. Dia berangkat dengan Dora, sementara Sembada, diperintahkan ndlongop dan ngaplo, tinggal di pulau sendirian. Sembada mung manut, patuh dan takut, pada Bendarane. Sebelum pergi, Ajisaka menitipkan sebilah keris untuk dijaga Sembada sembari berpesan jangan ngenehke pusaka itu kepada siapapun, kecuali pada Sang Tuan.

“Lha, ganti setting, kali ini di Kerajaan Medang Kamulan, tinggallah seorang Raksasa sakti bernama Prabu Dewatacengkar yang mempunyai hobi unik” Kata Pak Gambul antusias meneruskan cerita
“Sebentar, Pakdhe!” Seru Marni

“Eh, ya..ana apa, Nduk!” jawab Pak Gambul setengah kaget
“Kerajaan Medang Kamulan itu ada di Daerah Purwadadi, Grobogan?”
“Eh, iya..kelihatannya begitu!” Jawab Pak Gambul sembari berpikir

(lebih…)

Mijil: Beda Antarane Melik lan Milik!

Mijil GBTAda dua kata Jawa yang saya amati kemiripannya dan tengah digemari oleh manusia modern,-termasuk saya- yakni kata Milik dan Melik. Ya, indera saya kerap saya gunakan untuk menjaga itu, tetapi tetap saja kalah atau terkalahlah. Melik dan milik seolah menjadi gerak gurita, jauh sembunyi di kedalaman samudera hati.

Milik bermakna punya atau kepunyaan, sedangkan melik mempunyai arti hasrat untuk memiliki.
Mobil, televisi, HP, Ipad, motor, rumah, jam tangan dan juga keindahan lainnya. Oh ya, terimakasih sudah diingatkan! apa itu? wanita! haha

Geliat milik dan melik lah yang menggerakkan pasar, baik pasar tradisional maupun modern.

Anda tidak setuju? Bahkan nih, sekuat apapun negara mengatur ekonomi, tetap saja, milik dan melik dari rakyat tak mampu dibendung. Dan kata-kata ini berbanding lurus dengan globalisasi.Anda setuju?

Milik dan melik menjadi gurita raksasa. Mengubah wajah manusia modern menjadi semakin tidak terpuaskan. (lebih…)

Alamat Jawa Dadi Tembang Kauripan

“Konon, (meminjam istilah yang dipopulerkan Pak Maria Magdalena) keadaan pulau Jawa dahulu selalu mobat-mabit, tansah gleyar-gleyor” Kata Lik Wagino pagi itu.

“Lhah, atas kebijakan dari Batara Guru, maka dipotonglah pucukane Gunung Mahameru dan dijadikan sebagai bandul lan paku di Pulau Jawa ini” imbuhnya sembari sesekali menyedot rokoknya sampek muni eesttttt…dab

“Lalu, lanjutannya bagaimana, dan bagaimanakah cara mengangkutnya?” gusarku berpusingan di kepala

“Lah, itulah..karena jaman dulu itu durung ana TIK*, *SL, DH* serta macam ekpedisi lainnya, maka dicangkinglah pucuk Mahameru itu ambeg Batara Guru dhewe, saking kesusunya eh kesusune, rontogan gunung itupun berceceran di jalan” Terangnya

“Benarkah?” kataku sambil menatap wajah Lik Wagino. Mata Lik Wagino bulat dan cenderung besar. Hidungnya pun mancung dengan tahi lalat di tepinya.

“Tenan iku, Dik! rontogan Gunung Meru itu menjadi gunung-gunung baru lo, seperti Gunung Kampud (Kelud), Gunung Katong (Lawu), Wilis, Kawi, Arjuna (Arjuno) serta Gunung Kemukus (Welirang)” Lanjut Lik Wagino

“Lik, Gunung Kelud hari ini ditetepkan kewaspadaannya menjadi AWAS lho!” seruku

“Oh ya? waduh cilaka mencit iki” Kata Lik Wagino setengah pucet

“Memangnya ada apa, Lik? Duwe dulur nang sekitar kana, tah?” tanyaku ikut-ikutan pucet

“Ora! hah, Kamu tahu, Dik, di kawah gunung itulah kuburan dari keris Empu Gandring, keris yang dulu menjadi buah tangan eh bibir di rimba persilatan, Kamu tahu to? Lah, maka Si Senopati Bungalan ditugasi membuwak keris itu ke kawah Gunung Kampud. Pada titik didihnya, diharapkan keris itu hancur lebur” Katanya bersemangat

“He’e..nggih..yes, O ngono, Lik!”

“Nah, jangan-jangan…jangan-jangan…

“jangan-jangan, apa Lik?” tanyaku mulai gusar kembali

“Jangan-jangan keris Empu Gandring itu tidak jadi hancur, dan sekarang bangkit hendak memburu para koruptor, Kamu tahu to, Dik, sekarang koruptor sedang umbak-umpakan!” katanya sambil nyedot maning rokoknya

“Oalah, Lik, kalau koruptor itu sih, sejak dhahulu sudhah adha!” kataku setengah kecewa mendengar alasannya Lik Wagino

Lik Wagino mengeryitkan dahinya, Ia tampak berpikir keris. Seperti malu ngetrapake ngelmu otak-atik gathuk-nya yang tidak ces.

“Oh..ya, kalau ini aku yakin, benar!” serunya tiba-tiba

“Piye..piye, Lik!”

“Gunung Kelud bergolak, karena keris Empu Gandring marah dan hendak menyerang Singapura!” kata Lik Wagino antusias

“Oalah, prek..ah!

FASBuK Bulan Mei: Ambang Perjalanan yang Emoh Mengambang!

Sumber Foto: Gatot Suryanto

Apa yang terjadi, bila kelompok paduan suara bertemu dengan komunitas musik sastra dalam satu panggung? mungkin akan timbul bermacam dugaan yang mengemuka. Bisa jadi, akan terjadi pertunjukan menarik, atau mungkin malah tercipta pagelaran yang monoton. Barangkali, niatan itulah yang mendasari tim kreatif/panitia acara untuk mengadakan pertunjungan yang bertajuk “Ambang Perjalanan”

Bertempat di gedung olahraga STAIN Kudus, Forum Apresiasi Seni dan Budaya Kudus(FASBUK) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus dan didukung Djarum Foundation menggelar kembali acara kesenian. Tanggal 28 Mei ini, ada dua penampil yang akan mengisi, yakni Komunitas Sang Swara yang disandingkan dengan paduan suara STAIN Musik Studio.

Tepat pukul 20.00 WIB, acara dimulai. Panggung semarak dengan cahaya lampu. Terdengar Master of Ceremony mulai menyapa penonton. Rupanya, MC yang punya wajah mirip dengan rocker “Ian Zigas” ini berhasil mengajak penonton yang berada diluar gedung untuk masuk dan duduk di tribun. Tak lama kemudian, Ia memanggil penampil pertama, yakni STAIN Musik Studio. Dengan barisan yang aduhai dan tertata, lebih kurang duapuluh orang dari UKM paduan suara ini pun masuk. Enam lagu seperti Shalom Aleichem, Ibu, Indonesia Jaya, dibuat dengan komposisi yang cukup apik. Penonton dilenakan bak menyaksikan gelar wisuda. Benar-benar formal namun tetap memikat.

Penampil berikutnya, adalah Komunitas Sang Swara. Satu komunitas yang memiliki divisi, seperti musik, tari kontemporer, teater, serta pecinta batik. (lebih…)

Penangkal Tikus dari Lereng Muria

kayu-naga

Sampeyan penyuka dunia mistik dan sedikit klenik? bagi sebagian orang, diyakini kayu yang mempunyai lurik seperti kulit ular ini mempunyai tuah yang tidak gemen-gemen. Tinggal sedikit ritual, hewes-hewes crot-crottt kemudian di sebul pwuuuh oleh mulut Sang Dukun, kayu naga ini menjadi berdaya tinggi, hiiiii…

Atau Anda penyuka seni dan gurat alami? Ya, tentu saja jenis kayu ini juga bermotif, baik lengkak-lengkoknya, maupun pola yang berada di batangnya menjadi pikatan manis bagi penyukanya. Ya, inilah jenis Pakis Haji, lereng Muria.

Atau rumah Sampeyan penuh dengan tikus yang berlarian kesana-kemari, menggerogoti makanan yang bahkan sudah Sampeyan simpan di lemari, tapi tetap saja kalong dan berkurang?

(lebih…)

Ngopi Sik, Ben Gak Edan!

Apa reaksi Sampeyan bila membaca satu status lucu di facebook? Ngakak terbahak-bahak, mung mesem sembari sirah ditekem atau guling-guling sambil pura-pura nungging? Ya, ada banyak sekali status yang membuat kita sejenak refres alias kendho pikire kan?Hehehe..

Nah, untuk lima-enam bulan kemarin, ada satu status yang membuat saya terpingkal-pingkal. Apa itu? Ada yang tahu?

“Ngopi sik ah, ben ora edan?

Memang, Saya tidak sempat belajar/meneliti hubungan antara ngopi dengan edan, tetapi dari hal yang saya tahu, kopi menjadi semacam kebiasaan -bisa dibilang budaya. Tak kurang, ada tiga hingga lima kedai kopi modern di sekitaran daerah kita. Belum lagi warung-warung pojokan desa. Salah satu buktinya ya, warung Kopi Mak Isih- tetangga saya- dari mulai pagi jam 07.00 hingga pukul 11.00 tak jua berkurang jumlah pengunjungnya. berjajar dan berjajar, entah apa yang dibicarakan. Bisa jadi tentang tip dan trik politik, kader caleg, harga BBM, langkanya gas atau mungkin juga janda kembang.

(lebih…)

Acara Fasbuk Bulan Ini

Ambang Perjalanan

“Ada kondisi aku harus memilih
tepi batas masihku tertatih
satu swara: pilihan
perjalanan untuk ke sekian

Oh..mata-mata kabut rasa
kalut rasa tak punya mata
ambang bimbang
perjalanan harus kugenapkan”

Ambang Perjalanan merupakan sebuah tema untuk mewakili perasaan bimbang yang acapkali dialami manusia khususnya para seniman muda. Apakah karya akan diterima, dinikmati atau justeru dibantai Sang Panjagal? Apakah perjalanan kreativitas terus berlanjut ataukah akan berhenti? Cukupkah hidup bermodal jiwa seni atau justeru hidup butuh napas seni? Ambang adalah satu tahapan yang musti dilewati: Aku, Engkau, Kalian, dan meraka yang merasa muda. Sayangnya, waktu enggan untuk menunggu. Pilihan hendaklah segera disuarakan.
Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) bekerjasama UKM Musik STAIN Kudus serta di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar lawatan sastra dan budaya. Bulan ini, FASBuk akan menampilkan Pagelaran Musik Sastra dengan tema “Ambang Perjalanan” dan diisi oleh Komunitas Sang Swara serta STAIN Music Studio. Kegiatan rutinan ini akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 28 Mei 2014, di GOR STAIN Kudus (Jln. Conge Ngembalrejo, PO BOX 51, Kudus)

NB: Kedatangan Sampeyan  satu anugerah Jawa yang Meruah