Jaturampe

Beranda » Agama » Hari Jadi Menara Kudus

Hari Jadi Menara Kudus

Follow Jaturampe on WordPress.com
Sarasehan Pembacaan Prasasti Pendirian Masjid Al Aqsha Menara Kudus

Sarasehan Pembacaan Prasasti Pendirian Masjid Al Aqsha Menara Kudus

Hari yang cerah, -ditandai semilir angin. Hari dimana Kota Kudus berdiri. Ya sebuah kelahiran kota yang bermula dari bukti adanya prasasti peninggalan Kanjeng Sunan Kudus. Tentu membutuhkan proses yang sangat panjang, sebab harus melewati banyak diskusi, serta berbagai kesepakatan. Saya masih jelas dan ingat (ketika diskusi di Tajug pertengahan tahun 2011) kernyit dahi dari wajah-wajah para Kyai, civitas akademi dan juga para penyaksi ketika membaca guratan tulis yang ada didalamnya prasasti tersebut. Saat itu, masih saja kujumpai kebimbingan, namun akhirnya terjawablah sudah kelahiran ini kota. Ya, tadi malam di Gedung Menara, terjadi Pemantapan pembacaan Prasasti Pendirian Masjid al Aqsha Menara Kudus dengan argumen pendukung dari Ahli Sastra Arab, Ahli Khot, Ahli Grafis dan Budayawan.

Acara ini digagas oleh H.Em. Nadjib Hassan selaku ketua Yayasan Masjid Menara & Makam Sunan Kudus, dengan moderator Mahesa Agni, serta disaksikan oleh rama kyai, sesepuh-pinisepuh, budayawan Kudus, serta tamu undangan yang setia mengggenapi kesaksian akan pembacaan Inskripsi tersebut. Narasumber yang pertama adalah, Mbahyai Put (Sayrifuddin). Beliau dengan jelas membaca baris ke-5 dari inskripsi Menara tersebut dengan bacaan “Wa kana al tarikh tasi’a asyar min syahri rajab”

Lanjut

dimana kurang lebih diartikan Tanggal 19 Rajab tahun 956 Hijriah, saat asyar. (tulisan latin inskripsi Mesjid Menara dari Claude Guillot dan Ludvik Kalus ini pernah saya postingkan tanggal 20 Januari 2014, di Kembang Setaman ini)

Kemudian, Beliau menerangkan keajaiban bilangan 19, dimana jika kata Bismillahirrahmannirrahim jika di urai secara seksama maka akan ada sembilan belas huruf, dimana kata Allah sendiri (menurut beliau) berjumlah 2698 (penyebutannya di Al Quran) merupakah kelipatan ke-142 dari bilangan 19 tersebut. Ajaibnya asma Allah yang disebut sebanyak seratus empat puluh dua adalah Asma Wahiid, sedang Asma Wahiid sendiri bernilai 19 (sesuai nilai abajadun yakni –alif=1, ba=2, ja=3, dal=4, dst) Lebih jauh lagi, Mbahyai Put menerangkan tentang misteri angka 19, yakni adanya kata kalimat Basmallah di surat pertama (Al Fathihah) dan ketiadaan penyebutan Basmalah di surat kesembilan (Al Taubah) namun akan ditemukan di Surat keduapuluh tujuh (Al Naml ayat ke-30) yang menyebutkan kalimat bismillah secara dua kali. Ajaibnya bilangan 30 adalah komposit dari angka 30.

“Sungguh, sesi pertama saja sudah bergizi apalagi sesi-sesi berikutnya!” kataku dalam hati, bahkan rasa-rasanya, saya menyebut kata edan dan kata Alhamd hampir sama banyaknya. Lha wis, para Tetua jaman dulu seringkali menggunakan simbol dan misteri untuk memulai. Namun, sebelum kebingungan demi kebingunaan saya berlanjut, tiba-tiba saya teringat pada satu buku yang mengatakan, bahwa numerik 19 di Al Qur’an hanya satu kali yakni di Surat Al Muddatsir (orang-orang yang berselimut) yakni ” Yang atasnya ada sembilanbelas.” Kemudian dilanjutkan dengan “Dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cubaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”

Gila, berarti angka 19 ini adalah angka “kunci” dimana penjaga nerakanya (ngelu dan puyeng) akan berubah manis jika bertemu kesaksian bahwa sang penjaga neraka tersebut adalah Malaikat Panda!

Maka, Qum Faandzir, bangunlah, bangkitlah, tampillah…

Sumber foto: Fafar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s