Jaturampe

Beranda » humor » Ngopi Sik, Ben Gak Edan!

Ngopi Sik, Ben Gak Edan!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Apa reaksi Sampeyan bila membaca satu status lucu di facebook? Ngakak terbahak-bahak, mung mesem sembari sirah ditekem atau guling-guling sambil pura-pura nungging? Ya, ada banyak sekali status yang membuat kita sejenak refres alias kendho pikire kan?Hehehe..

Nah, untuk lima-enam bulan kemarin, ada satu status yang membuat saya terpingkal-pingkal. Apa itu? Ada yang tahu?

“Ngopi sik ah, ben ora edan?

Memang, Saya tidak sempat belajar/meneliti hubungan antara ngopi dengan edan, tetapi dari hal yang saya tahu, kopi menjadi semacam kebiasaan -bisa dibilang budaya. Tak kurang, ada tiga hingga lima kedai kopi modern di sekitaran daerah kita. Belum lagi warung-warung pojokan desa. Salah satu buktinya ya, warung Kopi Mak Isih- tetangga saya- dari mulai pagi jam 07.00 hingga pukul 11.00 tak jua berkurang jumlah pengunjungnya. berjajar dan berjajar, entah apa yang dibicarakan. Bisa jadi tentang tip dan trik politik, kader caleg, harga BBM, langkanya gas atau mungkin juga janda kembang.

Konon, biji kopi pertama digunakan oleh sebagai bahan untuk minuman oleh penduduk Afrika. Kemudian berita tersebut menyebar ke segala penjuru dunia, hingga menjadi minuman yang digemari tua-muda, laki-wanita, bapak-emak hingga anak-anak. Dalam perkembangannya, kopi di Indonesia, konon (lagi) dikenalkan oleh komandan pasukan Belanda di Pantai Malabar, Adrian Van Ommen, yang diperintah oleh Bos-bose untuk membawa biji kopi ke Batavia.

Kemarin, sempat saya menelusur sejarah kopi di wik*ped*a. Ada timeline mengenai kopi, urut dari awal hingga akhir. Yang menarik adalah, begitu banyak kontribusi Muslim (serta kaum agamawan yang lain) dan juga penyuka kopi terhadap dunia -mulai dari Dinasti Umayyah di Damaskus, Abassiyah di Baghdad, Ummayah-Andalusia di Spanyol, Fatimiyah di Mesir beriringan dan sejalan dengan persebaran pun sejarah kopi.

Dugaan saya, kopi jadi sahabat setia guna persiapan daras, berpikir maupun dzikir malam hari. Maka tidak aneh, jika di abad 8 s.d. 17, jumlah pengarang dan buku tauhid, kedokteran, astronomi, matematika maupun seni musik & sastra meruah. Namun untuk abad berikutnya jumlah tersebut cenderung berkutang eh kurang.

Dari status “Ngopi sik ah, ben ora edan” saya menduganya:

1. meminum kopi dapat mengembalikan sisi manusia (supaya tidak edan)

2. meminum kopi dapat melupakan ganasnya persaingan bisnis di luar

3. meminum kopi dapat menjalin silaturahmi, membangun komunikasi

atau malah,

4. menasbihkan pendapat wong Londo bahwa tipikal orang Jawa dan Melayu itu pemalas..(salah satunya sebab kokean ngopi, hehehe)

haha, tapi apapun itu, “Kopi bagaikan emas bagi orang biasa, dan layaknya emas, kopi memberikan perasaan mewah dan kehormatan.’ – Sheikh ‘Abd-al-Kadir-

Kalau pendapate Sampeyan?

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s