Jaturampe

Beranda » Fasbuk » FASBuK Bulan Mei: Ambang Perjalanan yang Emoh Mengambang!

FASBuK Bulan Mei: Ambang Perjalanan yang Emoh Mengambang!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Sumber Foto: Gatot Suryanto

Apa yang terjadi, bila kelompok paduan suara bertemu dengan komunitas musik sastra dalam satu panggung? mungkin akan timbul bermacam dugaan yang mengemuka. Bisa jadi, akan terjadi pertunjukan menarik, atau mungkin malah tercipta pagelaran yang monoton. Barangkali, niatan itulah yang mendasari tim kreatif/panitia acara untuk mengadakan pertunjungan yang bertajuk “Ambang Perjalanan”

Bertempat di gedung olahraga STAIN Kudus, Forum Apresiasi Seni dan Budaya Kudus(FASBUK) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus dan didukung Djarum Foundation menggelar kembali acara kesenian. Tanggal 28 Mei ini, ada dua penampil yang akan mengisi, yakni Komunitas Sang Swara yang disandingkan dengan paduan suara STAIN Musik Studio.

Tepat pukul 20.00 WIB, acara dimulai. Panggung semarak dengan cahaya lampu. Terdengar Master of Ceremony mulai menyapa penonton. Rupanya, MC yang punya wajah mirip dengan rocker “Ian Zigas” ini berhasil mengajak penonton yang berada diluar gedung untuk masuk dan duduk di tribun. Tak lama kemudian, Ia memanggil penampil pertama, yakni STAIN Musik Studio. Dengan barisan yang aduhai dan tertata, lebih kurang duapuluh orang dari UKM paduan suara ini pun masuk. Enam lagu seperti Shalom Aleichem, Ibu, Indonesia Jaya, dibuat dengan komposisi yang cukup apik. Penonton dilenakan bak menyaksikan gelar wisuda. Benar-benar formal namun tetap memikat.

Penampil berikutnya, adalah Komunitas Sang Swara. Satu komunitas yang memiliki divisi, seperti musik, tari kontemporer, teater, serta pecinta batik.
Meski banyak anggotanya terbilang belia, namun tak dipungkiri, mereka cukup mempunyai “massa setia” di Kota ini. Maklum saja, sudah tujuh tahun komunitas ini berdiri dan tetap berani mempertahankan genre musik diluar mainstream. Tepak ketipung, rebana, seruling, triangle, dipadu alat musik konvensional berupa floor tom, gitar dan bas akustik elektrik. “Ini satu pilihan alat musik yang cerdas, mengingat Kudus yang juga dikenal dengan terbang papatnya!” kata Jumari HS –Salah satu Penyair Senior di Kota Kudus.

Tak kurang dari enam lagu seperti Kalinyamat, Butuh Hujan, Obsesi Bulan Retak, Senja, Dimana Jawab, Fragmentasi Cuaca disajikan oleh Komunitas ini, bahkan ada beberapa lagu diisi dengan gerak tari kontemporer yang apik. ”Pementasan kali ini, sengaja Kami membawakan puisi karya penyair Kudus, seperti Mas Jumari HS dan Pak MM Bhoernomo. Kami berharap semoga aransemen dan komposisi lagu tersebut semakin menambah pikat dan magi dari isi pesan yang disampaikan penyair” Kata Arpien Heritage.

Dan jujur saja, pertunjukan mereka kali, sedikit banyak membuat penonton terlena dalam menikmati malam. Apalagi, dengan diputarkanya satu videoklip baru Sang Swara yang menurutnya Laneno-salah satu personil Sang Swara- digarap oleh Warih Bayoung Wewe dan diedit Revo L Vere. Bravo, geliat pekerja seni Kudus! Bravo kreativitas!

Koresponden-AntonGendhon-

Sumber foto: Gatot Suryanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s