Jaturampe

Beranda » Jawa » Alamat Jawa Dadi Tembang Kauripan

Alamat Jawa Dadi Tembang Kauripan

Follow Jaturampe on WordPress.com

“Konon, (meminjam istilah yang dipopulerkan Pak Maria Magdalena) keadaan pulau Jawa dahulu selalu mobat-mabit, tansah gleyar-gleyor” Kata Lik Wagino pagi itu.

“Lhah, atas kebijakan dari Batara Guru, maka dipotonglah pucukane Gunung Mahameru dan dijadikan sebagai bandul lan paku di Pulau Jawa ini” imbuhnya sembari sesekali menyedot rokoknya sampek muni eesttttt…dab

“Lalu, lanjutannya bagaimana, dan bagaimanakah cara mengangkutnya?” gusarku berpusingan di kepala

“Lah, itulah..karena jaman dulu itu durung ana TIK*, *SL, DH* serta macam ekpedisi lainnya, maka dicangkinglah pucuk Mahameru itu ambeg Batara Guru dhewe, saking kesusunya eh kesusune, rontogan gunung itupun berceceran di jalan” Terangnya

“Benarkah?” kataku sambil menatap wajah Lik Wagino. Mata Lik Wagino bulat dan cenderung besar. Hidungnya pun mancung dengan tahi lalat di tepinya.

“Tenan iku, Dik! rontogan Gunung Meru itu menjadi gunung-gunung baru lo, seperti Gunung Kampud (Kelud), Gunung Katong (Lawu), Wilis, Kawi, Arjuna (Arjuno) serta Gunung Kemukus (Welirang)” Lanjut Lik Wagino

“Lik, Gunung Kelud hari ini ditetepkan kewaspadaannya menjadi AWAS lho!” seruku

“Oh ya? waduh cilaka mencit iki” Kata Lik Wagino setengah pucet

“Memangnya ada apa, Lik? Duwe dulur nang sekitar kana, tah?” tanyaku ikut-ikutan pucet

“Ora! hah, Kamu tahu, Dik, di kawah gunung itulah kuburan dari keris Empu Gandring, keris yang dulu menjadi buah tangan eh bibir di rimba persilatan, Kamu tahu to? Lah, maka Si Senopati Bungalan ditugasi membuwak keris itu ke kawah Gunung Kampud. Pada titik didihnya, diharapkan keris itu hancur lebur” Katanya bersemangat

“He’e..nggih..yes, O ngono, Lik!”

“Nah, jangan-jangan…jangan-jangan…

“jangan-jangan, apa Lik?” tanyaku mulai gusar kembali

“Jangan-jangan keris Empu Gandring itu tidak jadi hancur, dan sekarang bangkit hendak memburu para koruptor, Kamu tahu to, Dik, sekarang koruptor sedang umbak-umpakan!” katanya sambil nyedot maning rokoknya

“Oalah, Lik, kalau koruptor itu sih, sejak dhahulu sudhah adha!” kataku setengah kecewa mendengar alasannya Lik Wagino

Lik Wagino mengeryitkan dahinya, Ia tampak berpikir keris. Seperti malu ngetrapake ngelmu otak-atik gathuk-nya yang tidak ces.

“Oh..ya, kalau ini aku yakin, benar!” serunya tiba-tiba

“Piye..piye, Lik!”

“Gunung Kelud bergolak, karena keris Empu Gandring marah dan hendak menyerang Singapura!” kata Lik Wagino antusias

“Oalah, prek..ah!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s