Jaturampe

Beranda » humor » Jebul Hakim Bao Niru-niru Ratu Shima!

Jebul Hakim Bao Niru-niru Ratu Shima!

Follow Jaturampe on WordPress.com

Saya yakin, Sampeyan pasti ingat drama China yang berjudul Justice Bao? Ya, satu sosok dengan kepala agak botak dan mempunyai wajah berkarakter, yakni dengan alis melintang. Brada, cerita ini menghiasi layar perak era 90-an, lho! Satu pemimpin yang tegas, berani sikat sana, serta custom sini, to!  Benar, Bao Zheng (999-1062) adalah hakim dan negarawan terkenal pada zaman Dinasti Song Utara http://id.wikipedia.org/wiki/Bao_Zheng)

Tapi, sekali-kali jangan dibandingkan dengan kehakiman di negeri Indonesia jaman sekarang lho ya, hehehe, tapi kalau disandingkan dengan jaman dulu bolehlah! haha..misalnya dengan ratu Jepara ini, siapa lagi kalau bukan Ratu Shima, Brada n Sista!

Ratu Shima , penguasa Kerajaan Kalingga yang sangat terkenal bahkan seantero jagad. Hingga seorang I-Tsing mencatat bahwa di Ho-ling (Kalingga) terdapat rahib bernama Hwi-ning tinggal di sana pada tahun 664-667 Masehi. Rahib Hwi-Ning bekerjasama dengan pendeta dari Kalingga bernama Yoh-na-po-‘to-lo (kemungkinan besar Jnanabadhra) menterjemahkan kitab suci agama Budha Hinayana.

Mengenai ketegasan dari Ratu Shima, jangan diragukan lagi, Konon, ada hukum yang menyatakan bahwa untuk barang-barang yang jatuh di jalan tidak boleh ada yang menyentuhnya. Hingga, suatu waktu putra mahkota melangkahi satu harta yang ada di jalanan. Ya, hukum tetap ditegakkan, sekalipun tidak jadi hukuman mati tapi dengan hukuman pemotongan ibu jari kaki setelah para menteri dan penasehat istana mengajukan keringanan.

Lalu, apa yang menarik?

W.P. Groeneveldt dalam bukunya berjudul “Nusantara Dalam Catatan Tionghoa” menemukan catatan tentang Kalingga dalam buku 197 dan buku 222 Sejarah Dinasti Tang (618 – 907 M). Disebutkan nama Kerajaan Ho-Ling atau “Kaling”, “Kling” atau “Kalingga”

Dan bisa jadi, cerita Ratu Shima itulah yang menginspirasi warga di sana, termasuk ya Si hakim Bao tadi,mengingat dan menimbang catatan sejarah dinasti Tang tentang Kalingga, Ratu Shima, urutan tahun, dan banyaknya sarjana yang belajar di situ, hehehe, tapi sekalian cek saja kalih bapak-bapak/ibu-ibu di Jepara,  barangkali ada penambahan informasi, hehehe, dene mereka tidak bisa memberikan tambahan inpo ya anggap saja, kisah ini adalah kisah konon..

Saat menulis ini, ku sambi mendengarkan lagu Bengawan Solo, “Air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut!”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s