Jaturampe

Beranda » Kesenian » Cahaya-Cahaya Suluk Maleman

Cahaya-Cahaya Suluk Maleman

Follow Jaturampe on WordPress.com

Cahaya Oh Cahaya (1)

10154942_736434686380040_1926475932085088157_n

“Mbiyen, saya pernah membaca blog – sayang lupa mencatat alamatnya- hingga mendapatkan sedikit pencerahan, cieee. Tapi benar lho! Bayangkan saja, di blog itu dengan jelas menyertakan penelitian dari seorang yang bernama Mark Mc Cormack (mbuh landa saka ngendi kuwi?) dimana kuisonernya menanyakan,“apakah anda menyusun rencana yang jelas, spesifik dan tertulis tentang masa depan anda? dan perencanaan tentang bagaimana merealisasikan rencana tersebut?” dari data di sana didapatkan hasil sebanyak 3% responden memiliki tujuan yang spesifik, jelas dan tertulis. 13% responden menyatakan memiliki tujuan yang spesifik dan jelas, sementara 84% responden menyatakan belum memiliki dan menyusun rencana tersebut. Walah, uedan tenan to Londo siji kuwi? Sajak kaya kurang gawean to! Yang lebih gendheng lagi adalah peristiwa sepulluh tahun berikutnya, dimana Si Gundul Mark, kembali melakukan wawancara pada responden dan menemukan hasyil bahwa, “13% yang menyatakan telah memiliki tujuan yang spesifik dan jelas, tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata 2x lipat besarnya dari 84% lulusan yang belum memiliki tujuan. 3% lulusan yang memiliki tujuan jelas, spesifik dan tertulis, memiliki penghasilan rata-rata 10x lipat dari 97% lulusan lainnya. Oh, mai gad! Keren abiss, masbero!” Kata Sarpin dengan penuh bersemangat

“Njur maksudmu kuwi kepriye, Lik Sarpin?” tanya gendhon dibarengi dengan membetulkan letak kacamatanya

“Ya, tansah sekolaha sing dhuwur, Ndon!” sahut Marduki

“Lha sekolah sing dhuwur kuwi, sekolah sing kepriye, Lik?” Mbambang tampak gusar

“Ya.. SD, SMP, SMA, njur SI, S2 lanjutake nang S3, nganti puol pokoke Mbang! Jawab Marduki setengah gemas

“Walah, berarti dadi menungsa sekolahan? Woooh, jian kojurrrr, wareg tenan olehe mangan bangku lan pelajaran!”Mbambang makin gusar
“Caplukmu kuwi kok mbandhem pikir, Mbang, apa ora nana omongan kang luwih tumata!” Sadeli ikut menimpali

“Ehehe, jan-jane maksudku kuwi mung sepele kok, Lik! berarti mbesuk umure anakku sing jeneng Paijem kae, sepertiga uripe mung habis nang sekolah, naming kira-kira apa hasile sekolah mau isa kanggo njawab pitakone urip? Lha wong mengingat menimbang, semakin dhuwur lehne sekolah lah makin terkotak dalam tetembungan spesialis-spesialis tertentu? Tanya Mbambang berapi-api

“Ngene wae, Mbang, mari kita pergi menghadiri pengajian di rumah adab punya Gus Anis Sholeh, kemudian kita tanyakan hal ini pada beliau juga para narasumber yang hadir!” sambung Lik Sarpin rada bijak…..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s