Jaturampe

Beranda » Fasbuk » Fasbuk Bulan Oktober: Semesta Merindu (1)

Fasbuk Bulan Oktober: Semesta Merindu (1)

Follow Jaturampe on WordPress.com

Layaknya musim kemarau panjang, demikian juga keadaan kesenian yang satu ini.  Seni Sastra. Mungkin barangkali dekade 90-an kita masih menyimak dan mendengar suara Yudhi MS, mengasuh acara pembacaan puisi di salah satu radio di Kudus. Atau barangkali, cerita-cerita membumi yang dibuat MM Bhoernomo dan Jimat Kalimasada, masih kita temu di salah-satu koran mingguan ataupun tabloid-tabloid unggulan. Dan barangkali saja, sajadah, gelegak rindu Tuhan dan Rasulnya, masih terbingkai apik dalam kumpulan puisi Jumari HS, Mukti Sutarman SP, Puntodewo, Darmanto.

Tapi bagaimana dengan khabar dan karya penyair muda dekade ini? bagai satu kemarau berkepanjangan, tanah rekah, ranting dan dahan: resah, rindu rinai hujan, rindu satu kelembaban. Meski jerit ataupun desah, tersimpan dalam ketuk jemari di meja-kursi, ataupun nyanyi sangsi. Bisakah? Ya, barangkali kita hanya akan gagap ketika satu pertanyaan dilontarkan oleh Darmanto Sujatman, “Apakah yang kautangkap dari swara hujan, dari daun-daun bugenvil basah yang teratur mengetuk jendela? Apakah yang kautangkap dari bau tanah, dari ricik air yang turun di selokan?” Hening. Kosong. Mung sumeng, dalam kesendirian.

Terhenyak. Dalam Kudus

Dalam rindu semesta yang merindu

Dalam rindu geliat seni sastra mengudara

amusa3


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s