Jaturampe

Beranda » 2014 » November

Monthly Archives: November 2014

FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (3)

Fasbuk Bulan November“Sampun wonten tiga penanya, Pak Bambang, sumangga dipun babar ilmu-ilmu berikutnya!” kata Arpien sembari mengenges

“Terimakasih, Dik Arpien, begini, bahwa penggarapan tari itu dapat diserupakan pula dengan teater. Dibutuhkan latihan-latihan yang inten, merancang blocking-pola lantai, lintas gerak, arah hadap serta komposisi musik yang akan dipakai. Alur serta klimaks hendaknya juga dipikirkan. Memang unsur utama tari adalah gerak, namun jika hal itu dipentaskan (ditonton orang) hal-hal yang saya sebutkan tadi jadi penting. Semisal, jika komposisi tari didukung musik yang diambil petilan musik ataupun dari software computer, maka batas pindah dari musik satu dengan musik dua juga dirancang supaya terdengar halus dan tidak njomplang. Pemahaman akan mungkung, nibani, nggandhul maupun midhak juga perlu ditata pada satu komposisi. Nah, jika tarian tersebut diberi tambahan puisi ataupun pantomime seyogyanya esensi/makna dari pesan dari tarian tersebut tidak terbuyarkan dengan pembaca puisi/ pantomime tersebut. Oh, ya.. sewaktu saya masuk tadi, hati saya mak dheg..melihat bentuk dan artistic panggung ini. Saya teringat Sang Maestro tari Indonesia yakni Sardono W Kusuma ketika mementaskan Tarian Citra Kemasan, ya sekitar delapan penari dengan tubuh dibaluri warna kuning keemasan dengan diiringi musik yang mengalun tenang. Namun, rupanya saya kecele, tapi ndak apa-apa, lha wong namanya juga pemula. dan sekedar saran hendaknya panitia senantiasa mengomunikasikan kepada para penampil tentang bentuk panggung, ukurannya serta rencana tata lampu. Jadi Si Mbak Nita maupun penampil yang lain bisa merancang pola lantai apakah menggunakan pola horizontal. Vertical, diagonal maupun melengkung. Jujur, saya mengapresiasi acara FASBuk ini, faktanya, adik-adik yang mengaku dari Sekolah Ilmu Kesehatanpun bisa menyuguhkan komposisi Tari Jenang. To?

(lebih…)

Iklan

FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (2)

Fasbuk Bulan November“Sekarang, mari kita buka sesi diskusi ini dengan pertanyaan dari teman-teman, mumpung salah satu Senior tari Kota Kudus ada di sini lho!” Ucap Arpien AM selaku ketua panitia
Sejenak, hening menguasai isi ruang. Ya, malam makin dingin, tapi masing-masing dari hati kami tetap bergolak semangat. Sedang, detak dari tarian detik pun melaju dengan pola sama.
(lebih…)

FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (1)

Fasbuk Bulan November

Malam itu, Kamis, 27 November 2014, Laki berusia limapuluh tahun datang dengan tetap mengenakan style sama, sebuah topi, jacket hijau agak longgar serta kaos yang dimasukkan. Melihat kedatangannya saja sudah merupakan satu kebahagian tersendiri. Ya, kami seringkali memanggilnya Pak Bambang Aceh, S.Sn. Beliau menjadi salah satu narasumber di acara FASBuk (Forum Apresiasi Seni dan Budaya Kudus) yang bekerja sama dengan Universitas Muria Kudus, Teater Aura, serta didukung oleh Djarum Foundation.

(lebih…)

Boxing Days

Lebih baik ku tenggelamkan saja diriku pada kebisuan ini
Strategi, materi dan segala frustasi

Cukup bisa kunikmati dengan seksama,
karena,
semua beban berawal dari ingin
dan seringkali,
rindu berawal dari
semu

Amira Mora Ora

Jauh sebelum datang tulis maupun lisan. Amira tahu anginlah yang memanggil adanya hujan. Namun, tetap saja Ia ngungun membayangkan: ada kuat gaib antara tanah ladang, tanpa sangkan paran Sang Angin.

Betapa, terlalu sibuk ia mengotak-atik kalkulator miliknya: untuk menambah dan menambah, asumsi demi asumsi kemudian serta merta menulis di banyak kertas: “Uh, aku emoh mengakui adamu, bukankah segala kuasa itu ada sebab berada di pikiran, serta sengaja kubiarkan untuk genit menari maka, Ia menari?” ucap Amira meski sedikit kepayahan.

Lalu, seseorang lapar menjadi angin..

perempuan tua memikul dagangan menjadi angin,

gerak anak menengadah jadi angin..

protes sana, protes sini jadi angin..

Ya, jauh sebelum datang tulis maupun lisan. Amira tahu anginlah yang memanggil adanya awan. Namun, tetap saja Ia sibuk membayangkan: kuat gaib antara tanah ladang, tanpa peran angin yang bisa menimbulkan berbagai hujan makna..

Gambar dari: Gettyimages.com

sawah