Jaturampe

Beranda » filsafat » Amira Mora Ora

Amira Mora Ora

Follow Jaturampe on WordPress.com

Jauh sebelum datang tulis maupun lisan. Amira tahu anginlah yang memanggil adanya hujan. Namun, tetap saja Ia ngungun membayangkan: ada kuat gaib antara tanah ladang, tanpa sangkan paran Sang Angin.

Betapa, terlalu sibuk ia mengotak-atik kalkulator miliknya: untuk menambah dan menambah, asumsi demi asumsi kemudian serta merta menulis di banyak kertas: “Uh, aku emoh mengakui adamu, bukankah segala kuasa itu ada sebab berada di pikiran, serta sengaja kubiarkan untuk genit menari maka, Ia menari?” ucap Amira meski sedikit kepayahan.

Lalu, seseorang lapar menjadi angin..

perempuan tua memikul dagangan menjadi angin,

gerak anak menengadah jadi angin..

protes sana, protes sini jadi angin..

Ya, jauh sebelum datang tulis maupun lisan. Amira tahu anginlah yang memanggil adanya awan. Namun, tetap saja Ia sibuk membayangkan: kuat gaib antara tanah ladang, tanpa peran angin yang bisa menimbulkan berbagai hujan makna..

Gambar dari: Gettyimages.com

sawah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s