Jaturampe

Beranda » Fasbuk » FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (1)

FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (1)

Follow Jaturampe on WordPress.com

Fasbuk Bulan November

Malam itu, Kamis, 27 November 2014, Laki berusia limapuluh tahun datang dengan tetap mengenakan style sama, sebuah topi, jacket hijau agak longgar serta kaos yang dimasukkan. Melihat kedatangannya saja sudah merupakan satu kebahagian tersendiri. Ya, kami seringkali memanggilnya Pak Bambang Aceh, S.Sn. Beliau menjadi salah satu narasumber di acara FASBuk (Forum Apresiasi Seni dan Budaya Kudus) yang bekerja sama dengan Universitas Muria Kudus, Teater Aura, serta didukung oleh Djarum Foundation.

Dengan elegan, Beliau menjelaskan jenis-jenis gerak dalam sesi dialog. “Unsur utama tari adalah gerak yang dijalankan dengan ekpresif dan estetis! Ada wiraga, wirama, serta wirasa. Ketiga unsur ini dipadukan sehingga menjadi satu  kesatuan yang harmoni. Gendhon Humardani sendiri pernah mengatakan gerak-gerak aktif ini hakikatnya adalah alat ekspresi, yaitu alat untuk mengungkapkan rasa dan maksud. Dengan kata lain, gerakaktif yang disusun menjadi satu kesatuan yang mengandung satu pengertian lengkap.”  Kata Pak Bambang berapi-berapi.

Kami pun mendengarkan penuh seksama. Desir angin dingin yang mulai masuk di auditorium UMK pun tidak kami rasakan. Wah! Menurutnya jenis tarian dibedakan menjadi yakni tari tradisional (tari rakyat), tari kreasi baru dan tari kontemporer.

“Tari tradisional adalah bentuk tari yang sudah lama ada. Gerak ini diwariskan turun temurun. Biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis dan religius. Aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan riasnya harus pakem. Dan terbukti hingga sekarang tak berubah to! Tari Kreasi Baru pun beragam. Ada tari kreasi baru dengan tetap menggunakan pola-pola tradisi, ada pula tari kreasi baru yang tidak menggunakan pola tradisi. Tapi bagaimanapun, rupa tari kreasi baru tetaplah ada unsur tradisi yang tetap melekat/dilekatkan. Nah, kalau Tari Kontemporer lain lagi, Mas/Mbak! Tari kontemporer bercerita dengan gaya unik dan penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan program musik komputer. Maka dari itu, hendaknya Koreografer memilih dan memilah sajian tari yang hendak dihadirkan. Apakah tari kreasi baru, tradisional atau tari kontemporer? Tata panggung, busana serta tata lampu hendaknya pula dimengerti! Karena hal ini nantinya berhubungan lho! Maka, komunikasi aktif antara panitia dan koreografer mutlak diperlukan.

Kami lihat, Beliau sedang asyik menyulut sebatang rokok. Ini berarti kami harus bersabar menunggu petuah selanjutnya. Mungkin Beliau memang mirip dengan tokoh legendaris kesukaannya itu, -Gendhon Humardani- yang dikenal memang seorang perokok aktif. Ah..ah..ah.

Bersambung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s