Jaturampe

Beranda » Fasbuk » FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (3)

FASBuk Bulan November: Menari Rembulan (3)

Follow Jaturampe on WordPress.com

Fasbuk Bulan November“Sampun wonten tiga penanya, Pak Bambang, sumangga dipun babar ilmu-ilmu berikutnya!” kata Arpien sembari mengenges

“Terimakasih, Dik Arpien, begini, bahwa penggarapan tari itu dapat diserupakan pula dengan teater. Dibutuhkan latihan-latihan yang inten, merancang blocking-pola lantai, lintas gerak, arah hadap serta komposisi musik yang akan dipakai. Alur serta klimaks hendaknya juga dipikirkan. Memang unsur utama tari adalah gerak, namun jika hal itu dipentaskan (ditonton orang) hal-hal yang saya sebutkan tadi jadi penting. Semisal, jika komposisi tari didukung musik yang diambil petilan musik ataupun dari software computer, maka batas pindah dari musik satu dengan musik dua juga dirancang supaya terdengar halus dan tidak njomplang. Pemahaman akan mungkung, nibani, nggandhul maupun midhak juga perlu ditata pada satu komposisi. Nah, jika tarian tersebut diberi tambahan puisi ataupun pantomime seyogyanya esensi/makna dari pesan dari tarian tersebut tidak terbuyarkan dengan pembaca puisi/ pantomime tersebut. Oh, ya.. sewaktu saya masuk tadi, hati saya mak dheg..melihat bentuk dan artistic panggung ini. Saya teringat Sang Maestro tari Indonesia yakni Sardono W Kusuma ketika mementaskan Tarian Citra Kemasan, ya sekitar delapan penari dengan tubuh dibaluri warna kuning keemasan dengan diiringi musik yang mengalun tenang. Namun, rupanya saya kecele, tapi ndak apa-apa, lha wong namanya juga pemula. dan sekedar saran hendaknya panitia senantiasa mengomunikasikan kepada para penampil tentang bentuk panggung, ukurannya serta rencana tata lampu. Jadi Si Mbak Nita maupun penampil yang lain bisa merancang pola lantai apakah menggunakan pola horizontal. Vertical, diagonal maupun melengkung. Jujur, saya mengapresiasi acara FASBuk ini, faktanya, adik-adik yang mengaku dari Sekolah Ilmu Kesehatanpun bisa menyuguhkan komposisi Tari Jenang. To?

“Begitu ya, Pak…ehehehe, wah, tambah kaya pengetahuan ini kami, oh ya, barangkali Mas Warih mau menambahkan, sumangga!” kata Arpien sembari mengenges kembali

 “Yup, terimakasih, Vin. Saya mau berbagik dan menanggapi penanya yang pertama tadi tuh (Bung Bayu kental melafalkan Bahasa Indonesia dengan logat Jakartanan) dulu nih, saya pernah didatangi oleh seseorang, katanya beginik, “Mas, bantulah kami mementas teater! Saya kemudian menjawab, “Sampeyan ada pengalaman berteater? Orang tersebut mengangkat bahunya seraya berkata, “Saya dari IDI, Mas! Katanya singkat. Wow, berarti dia seorang dokter, kan? Bayangkan teman-teman, bagaimana perasaan saya untuk memulai semua inik? Seorang dokter yang notabeneknya berurusan dengan suntik, dan obat-obatan mau belajar teknik peran? Lalu, apakah saya menyerah? Oh tidak, kawan! Dari banyak observasi, kemudian saya memilih naskah-naskah yang sekiranya cocok untuk acara tersebut. Beberapa bulan berikutnya, Mereka mendapatkan kepuasan dalam mementaskan satu naskah. Byar, glerrr…berhasil kan? Lalu apa yang bisa petik dari kisah tersebut? Intinya tidak ada seniman atau tidak seniman, yang terpenting adalah berkarya. Walau berkarya sesungguhnya ya tidak cukup jugak. Kita harus belajar manajemen pertunjukan selain manajemen produksik. Kendala yang saya lihat dari teman-teman Kudus di sini masihlah terpukau pada manajemen produksi. Sampeyan bisa saksikan beberapa pertunjukan di Jakarta, palingan berisi ilmu tari dipadu dengan unsur musik, wayang, tata lampu serta tambahan lain, tapi ukuran tiketnya wow…bisa mencapai sejuta, kan? Yah, ini bisa terjadik jika ada manajemen pertunjukan seperti yang saya maksudkan tadik!”

Sebab malam semakin bertambah malam (kaya judul naskah Putu Wijaya wae, Lik!) maka sesi diskusi FASBuk Bulan November ini ditutup bersama lintas pola tari abadi, dari geliat gerak yang senantiasa dipancangkan oleh Sang Dewi Aphrodite pada pikiran kami masing-masing.

Wassalam

Fasbuk Bulan November


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s