Jaturampe

Beranda » filsafat » Burung Surga yang Dicuihkan di Negeri Sendiri

Burung Surga yang Dicuihkan di Negeri Sendiri

Follow Jaturampe on WordPress.com

Koleksi Mas Dab Yopi Moekardis

Sama dengan batu, hobi ini terbilang cukup banyak digemari, baik perempuan maupun lelaki. Ya, burung klangenan. Burung yang manggungnya banyak melenakan dan memikat bagi pendengarnya. Tapi, topik kali ini –khususan- Burung Perkutut. Tak aneh, jika Mbah Jirin bergegas menggantang bila ufuk Timur mulai memerah. Lik Ayik, asyik memantau piyikan di pasar burung, sementara Laneno Machiavelis memandangi klangenan barunya itu dengan cara bersiul.
Sama dengan batu, Burung Perkutut pun di heated di Negeri Thailand, betapa ciri perkutut lokal Jawa yang berbadan kecil dan bersuara ngristal, diubahnya menjadi perkutut dengan body semlohai mirip Dewi Aphrodite. Dengan bonus suara manggung setara agen spionase Matahari yang sedang merayu Emile Guimet. Oh, betapa kehadiran Perkutut Bangkok telah memikat hati kaum laki-laki di ini negeri. Berbagai perlombaan pun digelar. Suara kelas A, kelas B serta kelas B. dan lima bendera ditancapkan. Klaoo kete Kuuuung, Klaoo kete Kuuuung, Klaoo kete Kuuuung. Misteri Bahari, Susi Susanti, Romario, serta Jarum Emas.

Lalu bagaimana nasib Perkutut Lokal sekarang?

Rupanya, ‘Katuranggan’ dan kata ‘Mistik’ telah sedemikian membuncah di berbagai kalangan. Anak muda jaman sekarang seperti enggan untuk menekuni. Takut dengan mistik ataupun cerita misteri yang menaungi. Apalagi gegap gempita blantik-blantik bersuara pasar semata, “Cah nom aja ngingu perkutut lokal!” atau “Yen durung kawin, aja wani-wanine ngingu kutut lokal! Aja sembrana, lho Nang! Inggu kutut Bangkok bae, suarane apik lan adoh saka mistik!” Lha, apa ini ora jos? Jos kanggo kantung-kantung uang para breeding? Lalu, akrabkah cah nom saiki dengan istilah rajekwesi, daulatan, kol buntet, pedaringan kebak, tangguh majapahit, demak? Ya, sadar atau tidak sadar, perkutut lokal semakin merana, dicuihkan di negeri sendiri.

Tapi, apa iya perkutut Jawa (Lokal) sedemikian mistik dan sedemikian menakutkan? Sumangga para bapa, saudara dan saudari untuk mewedhar hal ini.
Atau, kalau perlukah dibuat pertanyaan mengenai perkutut yang dimasukkan dalam soal ujian nasional? Ahahaiii….

Sumber Gambar diambil dari Koleksi Mas Dab Yopi Moekardis (Forum FB Perkutut Katuranggan)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s