Jaturampe

Beranda » 2015 » April

Monthly Archives: April 2015

Classroom (Sena Didi Mime) dalam Sebuah Reportase 3

“Daya tangkap saya pada pementasan classroom ini kok seperti satuh adaptasi naskah Menunggu Godot milik Samuel Becket, ya Bro?” kata Ramdani membuyarkan konsentrasi. Satu pengamatan jeli penggiat teater yang kebetulan dari Jakarta tok-tok

“Ketoke kok memang ngono, Dan.” Jawab Farid Cah Kudus manggut-manggut

“Emang ada clue? Atau jangan-jangan, sampeyan mempunyai bocoran dari Mr. Goug, Dan” Sahutku

(lebih…)

Classroom (Sena Didi Mime) dalam Sebuah Reportase 2

Lampu perlahan mulai berpijar. sketsa ruang serta meja kursi tinggi yang semula remang makin kuat memadat. Duduk di atas kursi dua orang yang sepertinya jemu menunggu. Dari arah kiri panggung, seorang anak kecil setengah melangkah gontai. dengan blocking banyak di garis depan, kemudian perlahan mulai menghilang. Ya, Ia mengucapkan beberapa kalimat. Beberapa kata yang kurang begitu jelas kami urai. Sayup di baris belakang, kudengar Pak Bambang Aceh menanyakan hal tersebut kepada Mas Widayat, “Anakke sapa kuwi, ya Mas? Lan basa ngendi sing dienggo? Wak Widayat yang masih terpaku, hanya berusaha sekedar menjawabnya, “Nak ora Spanyol ya Ambon watak’e Pak?” Ah, dalam gulat detik yang merambat ini, batinku hanya menggumam, apakah ini akibat gedung yang memang bukan gedung pertunjukan yang sebenarnya? Njur suk kapan duwe? Pertanyaanku mendadak lenyap dengan kemunculan sesosok peniup seruling. Ia memainkan beberapa nada indah sebelum keluar panggung. Hmm, serupa kawanan tikus dalam fiksi karya Hans Cristian Anderson, kami setia menyimak.

Classroom (Sena Didi Mime) dalam Sebuah Reportase 1

Waktu menunjukkan pukul 19.45. Cuaca cukup cerah, padahal siang tadi Kota Kudus diguyur hujan. Di pelataran aula, sepasang bangku penerima tamu sudah ditata rapi. Terdengar raung knalpot motor dan riuh suara calon penonton berjalan mulai berdatangan. Pada barisan para pejalan kaki, kukenali pula seniman-seniman senior yang rawuh. Pak Bambang Aceh dengan khas topi berwarna hijau dan jaket tebal, Farid Cah Koedoes serta Mas Widayat yang malam ini terlihat berpakaian kompak yakni dengan jaket kulit hitam dan syal yang setia menggelayut di dadanya. Sementara Dani dan Bung Kenyol Jurnjavasna tengah asyik bersalaman. Ya, tanggal 3 April 2015, Di Stikes Muhammadiyah Kudus seniman-seniman itu kembali bertemu.

dan (lebih…)