Jaturampe

Beranda » Kesenian » Classroom (Sena Didi Mime) dalam Sebuah Reportase 2

Classroom (Sena Didi Mime) dalam Sebuah Reportase 2

Follow Jaturampe on WordPress.com

Lampu perlahan mulai berpijar. sketsa ruang serta meja kursi tinggi yang semula remang makin kuat memadat. Duduk di atas kursi dua orang yang sepertinya jemu menunggu. Dari arah kiri panggung, seorang anak kecil setengah melangkah gontai. dengan blocking banyak di garis depan, kemudian perlahan mulai menghilang. Ya, Ia mengucapkan beberapa kalimat. Beberapa kata yang kurang begitu jelas kami urai. Sayup di baris belakang, kudengar Pak Bambang Aceh menanyakan hal tersebut kepada Mas Widayat, “Anakke sapa kuwi, ya Mas? Lan basa ngendi sing dienggo? Wak Widayat yang masih terpaku, hanya berusaha sekedar menjawabnya, “Nak ora Spanyol ya Ambon watak’e Pak?” Ah, dalam gulat detik yang merambat ini, batinku hanya menggumam, apakah ini akibat gedung yang memang bukan gedung pertunjukan yang sebenarnya? Njur suk kapan duwe? Pertanyaanku mendadak lenyap dengan kemunculan sesosok peniup seruling. Ia memainkan beberapa nada indah sebelum keluar panggung. Hmm, serupa kawanan tikus dalam fiksi karya Hans Cristian Anderson, kami setia menyimak.

Teng…teng..teng! terdengar bel berbunyi. Di atas panggung, dua orang tampak panik. Benar-benar kaku dan menegang, sementara Sang Guru yang dinanti belum juga datang. Lalu kembali menunggu dan menemu jemu. Tiba-tiba, mak bleesss, tidak ada apa-apa. Kosong. Bisu dan sunyi. “Kamu kentut ya?” kata pemain satu. “Enggak” jawab pemain dua. “Atau barangkali Aku yang kentut?” Sahut pemain satu melemah. Ya, memang ada beberapa dialog mengenai kentut atawa baunya yang sepertinya sengaja diulang. Atau barangkali ada pesan dibalik ini? Ada bau nir rupa? Oh! Masih penonton masih setia mengikuti.

Perlahan, dari bawah meja kursi tinggi muncul “Aktor Dunia Bawah Tanah” yang mencoba naik ke permukaan. Tampak, terlihat usaha keras dari teman-teman dunia bawah untuk menghalangi. Toh, akhirnya mecungul juga. Maka dari panggung classroom tersebut terpampang adegan demi adegan mengenai senioritas, percintaan serta kelucuan menghafal banyak kata yang dimainkan dengan riang canda. Oh! Kami sebagai Penonton hanya terpaku mencermati. Untuk sebuah pertunjukan Classroom dunia, HTM Rp 10.000,- terbilang murah,e hehehe

dan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s