Jaturampe

Beranda » Agama » Miris, Fenomena Bulan Merah Kali Ini?

Miris, Fenomena Bulan Merah Kali Ini?

Follow Jaturampe on WordPress.com

“Pernah mendengar fenomena Blood moon? Atau kemarin malam malah sempat menyediakan diri untuk melihat angkasa pura, eh (angkasa saja ding) guna meyakinkan diri akan nubuat yang pernah ditafsir beberapa agamaman? Maka, saya ucapkan selamat. Njur selamat atas apa, ya? Ya, selamat atas apa saja, ehehehe, enak to? gurih to?” Kata Sarkum

“Benar, fenomena “Bulan Berdarah” berasa memiliki magis yang tinggi. Apalagi dari tahun 2014 ini saja, pasangan dari Jamu Em Kapsul mecungul bahkan sampai empat kali. 15 April 2014, 8 Oktober 2014, 4 April 2015, dan 28 September 2015. Nah!” Lanjutnya melepaskan benik teratas dari baju batiknya

“Lha, kepriye pendapate para winasis, Kang Sarkum?” tanya Paijan Ra Katokan

“Begini, Jan, menurut pendapat dari kaum JHWH adalah “Jika permukaannya (bulan) seluruhnya nampak seperti darah, maka pedang datang ke dunia” (Talmud, Sukkah 29a) sekali lagi pedang! Pendapat dari kaum Nashrani adalah, “(2:20)
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu” Kata Sarkum

“Lha, jebul kok malah medeni ngono kok, Lik?” ucap Paijan Ra Katokan sembari merasakan bulu yang terdalam merembang mak greng..haduh…

Njur, pendapate dari agama Islam apa, ya? tanya Ma Hwa menggelinjang
“Dari Muhammad bin Ali dia berkata: bagi Mahdi kita, ada 2 tanda yang belum pernah terjadi semenjak diciptakan langit dan bumi. Pertama gerhana bulan pada awal Ramadhan dan kedua gerhana matahari pada pertengahannya dan belum pernah terjadi keduanya semenjak diciptakan langit dan bumi. (HR. Daruquthni)“ Jawab Lik Sarkum dengan lancar seakan isi hadits tersebut menempel di otaknya

“Kawit mau, kok dulur lanangku mung meneng wae, piye kuwi. Pendapatmu kepriye, Cah Manis?” Yu Painem Tetep Katokan malah bertanya kepadaku. Sepertinya masih tetap menganggap diriku sebagai musisi yang memang gak tahu atau gak mau tahu akan peristiwa-peristiwa beginian
Eh, nganu…Mbakyu, bahwa fenomena bulan merah tersebut sudah diulas oleh Om Katon kok, bahwa, “Sisi ruang batinku hampa rindukan pagiTercipta nelangsa merenggut sukmaTerwujud keinginan yang tak pernah terwujudAku tak bisa pindah, pindah ke lain hatiPindah ke lain hatiPindah ke lain hati!” Jawabku ringan

O….Semprul!, kata mereka hampir berbarengan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s