Jaturampe

Beranda » 2016 » Februari

Monthly Archives: Februari 2016

Rindu Perawan pada Nelayan

Di sudut ruang yang sunyi

lamunanku…

Memanggil gigir

Ujung rindu

intro

Di rembang swasana malam

Genggam ku rupa

Merah merona

Namun sendu

Serupa budak tua tak punya kuasa

Dirajam ombak masalah bertubi-tubi

Serasa biduk sangsi kan kembali pulang

Dihadapmu….

Gelap hitam rupa langit gelapnya murka

Cakrawala malam kan enggan berdusta

Lelakimu hadapi gelombang membesar

Oh nasibku

Mega-mega

Saksi putihnya cinta

Tekun kutenun

Mantra-mantra ikat jiwa

Walau kini ku dibawa

Tali setan prasangka

Hempas …hempaslah sauh

Kayuh..kayuh..cepatlah

datang

puisi Mas Farid

Bila itu masih mungkin

Lamunanku

Detak detik ini

kau kutunggu

12665733_10207196933993597_840809661_n

Iklan

Kesaksian SwaTantu pada Amboeradul Family

“Salamu alaikum, eih..Bung, ini ada satu undangan untuk SwaTantu, dari Amburadoel Family nih!” kata Warih di Sabtu  siang, 6 Februari 2016.

“Darimana ini bung, dan siapa saja personil dari Amboeradul Family ini?” tanyaku sembari membuka amplop putih yang berisi undangan untuk menghadiri pementasan.   Sempat kulirik tajuk acara tersebut adalah “Tentang Rasa” serta deelel.

Ini pemuda-pemuda dari Desa Menawan, Bung, di bawah komando Mbak Tri Lestari, wiiih, energy dari blionya sangat berasa banget lho, dahsyat pokoknya, bahkan dari beberapa acara-acara kesenian blionya selalu hadir dengan laskar pemudanya, so, saya harap SwaTantu ikutan bersaksi ya, di acara nanti malam!” Jawab Warih dengan logat Betawi yang kental.

“O, nanti malam ya? Barangkali hanya sebagian dari teman-teman SwaTantu yang bisa hadir ya, Bung, maklum saja, malam minggu begini biasanya mereka mudik!” “Lantas, apasaja rencana nanti malam, Bung? Kataku sembari meletakkan amplop tersebut.

“Hmm, Mas Imam Subagyo seniman gaek dari Semarang, rencananya akan memutarkan film indie, Bung, serta harapan agar SwaTantu ikut memberikan motivasi pada pemuda desa tersebut. Atau jika barangkali ada SwaTantu ikut menyumbangkan kegiatan?” jawab Warih mesem memamerkan barisan gigi-giginya yang kecil tertata rapi

“Wuih, piye ya bung, ehmmm, bagaimana jika dari SwaTantu diwakili oleh Mas Farid Cah Kudus yang menyumbangkan puisinya, Blionya kan jos di bidang baca puisi, palagi performance yang berapi? Jawabku mendayu-dayu…

“Ya..semoga blionya berkenan! Kata Bayu

Kemudian, siang itu kami lalui dengan berbincang ngalor-ngidul, mulai dari strategi, pendekatan serta bermacam tema yang berhubungan dengan kesenian. Ah….hari yang indah bukan?

12665610_10207196945553886_397675328_n.jpg

12665733_10207196933993597_840809661_n

Fotografer : Warih Bayoung Wewe (Ruang Kreatif)