Jaturampe

Beranda » Gerilya » SwaTantu: Roda Gerilya (Ruwat)

SwaTantu: Roda Gerilya (Ruwat)

Follow Jaturampe on WordPress.com

Apa kabar, petani-petani? baik-baik saja to?

(koor) Petani…petani bergerak, Petani petani merangsak, merangkak, merangsak merangkak berteman ternak dan batu bata..

Sebagai salah satu warisan budaya Jawa, -ruwat sampai sekarang masih lestari meskipun bolong-bolong, meski kosong-kosong. Yup, semula ruwat berkembang dalam cerita dimana intisari dari hal tersebut adalah masalah penyucian. Dalam beberapa agama, ada tradisi ini ya, lewat berbagai cara dan maknanya. Ruwat sering diartikan sebagai upaya untuk mengatasi dan menghindarkan kesulitan (batin) yang mungkin akan diterima seseorang di dalam mengarungi hidup. Di Jawa sendiri Ruwatan diiringi dengan pertunjukan wayang kulit yang mengambil lakon tertentu.

Tapi, apa dan siapa yang butuh diruwat?

Jika, bukan petani yang akan diruwat, barangkali kitalah yang butuh diruwat!

(koor) Petani…petani bergerak, Petani petani merangsak, merangkak, merangsak merangkak berteman ternak dan batu bata..

Swara air, mata rahasia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s