Jaturampe

Beranda » filsafat » SwaTantu: Roda Gerilya (Tantu Sisyphus)

SwaTantu: Roda Gerilya (Tantu Sisyphus)

Follow Jaturampe on WordPress.com

Dengan bekal rahmat Tuhan serta semangat Sisyphus, kami membawakan tujuh buah lagu. berikut adalah sinopsis lagu-lagu yang akan kami bawakan dalam -Roda Gerilya -SwaTantu:

  1. Tantu Sisyphus: 

Kami memulai menulis lagu ini justeru berasal dari kata yakni Tantu.  Entahlah,  seperti ada daya, satu tarikan purba yang menghipnotis kami untuk memasukkan kata ini baik ke nama kelompok maupun ke dalam judul lagu. Tantu pertama kali kami kenal ketika masih kecil. Seperti ada suara yang kadang muncul, kadang tenggelam, kali kedua, kami jumpai  kata tantu di Serat Tantu Pagelaran sebuah kitab kuna yang disebut di buku karya Prof. Zoelmulder dalam kitab berjudul Kalangwan, yang menceritakan tentang Batara Guru (Shiwa) yang memerintahkan dewa Brahma dan Wishnu untuk mengisi pulau Jawa dengan manusia. Jawa saat itu masih mengambang di lautan luas, terombang-ambing, dan senantiasa berguncang, kemudian para dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan pucuk Gunung Mahameru di India ke atas Pulau Jawa Yang kedua adalah  kata Tantu adalah kata Tangtu (Tri Tanggu) bagi masyarakat sunda, yang berdefinisi dengan kata ikatan. Tri Tangtu merupakan tiga ketentuan di dunia yang disebut sebagi peneguh dunia. yakni Rama, iswara(swara), budi.Sedang  Sisyphus adalah tokoh dalam mitologi Yunani Kuno. Kami tertarik mengangkat Sisyphus tersebut ke dalam lagu –seperti juga seniman-seniman lainnya yakni sebab kegigihan, perjuangan untuk bangkitnya tersebut. Dalam satu pandangan filosof dikatakan bahwa, Pencarian Sisyphus menjadi sebuah pekerjaan yang sia-sia, pencarian kekosongan Tapi lagi Kami lebih bersepakat pada Albert Camus, bahwa proses pencarian diri, pencarian hidup atau entah pencarian apapun itu ya berawal dari jatuh-bangkit, jatuh-bangkit, bangkit-jatuh, lagi dan lagi. Bentuk perjuangan, isi kegigihan dan kemandirian.

Sekali lagi ini bukan karena kekerdilan kami dalam menghadapi tantangan hidup, tapi setidaknya Sisyphus menjadi tokoh yang paling nyata dalam kehidupan ini. Maka, Kami mengombinasikan dua konsep filsafat Jawa dan Yunani ke dalam bentuk lagu dimana disini kami artikan sebagai sebagai sebuah rasa berbagi, rasa bergotong-royong. Panta Rhei, senantiasa baru dan senantiasa mengalir.479447604

Pada sebuah tangga hidup, mana lagi hal yang pantas dibanggakan selain perjuangan?

Foto diambil dari: http://www.gettyimages.com/detail/illustration/vector-pushing-a-ginat-rock-uphill-royalty-free-illustration/479447604


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s